Gunung Semeru kembali erupsi. Pada Sabtu (14/2), gunung yang terletak di Lumajang, Jawa Timur ini melontarkan guguran awan panas sejauh 6 kilometer ke arah tenggara.
"Terjadi erupsi pada pukul 05.54 WIB dan erupsi berupa awan panas guguran dengan jarak luncur enam kilometer mengarah ke sektor tenggara (Besuk Kobokan), sebaran abu teramati mengarah ke timur laut-utara," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dilansir Antara.
Sementara itu, tinggi kolom letusan sempat terpantau setinggi 2.000 meter di atas puncak, dan kolom abu teramati condong ke arah utara dan timur laut.
Lalu, Semeru kembali erupsi pada 07.25 WIB dengan tinggi kolom letusan 1.500 meter di atas puncak.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 275 detik," kata Sigit.
Saat ini, PVMBG menetapkan Semeru berada dalam level III (Siaga). Ada sejumlah imbauan bagi warga sekitar menghadapi situasi ini:
Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.





