Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta anak-anak muda tidak khawatir mencari pekerjaan setelah lulus, karena akan lebih banyak tersedia seiring manajemen fiskal yang baik.
Purbaya menargetkan ekonomi tumbuh 6 persen mulai kuartal I 2026, dengan total belanja negara yang akan digelontorkan mencapai Rp 89 triliun. Target tersebut diharapkan bertahan sepanjang tahun ini.
"Kalau mau tahu 10 tahun ke depan, kita kelihatannya masuk masa ekspansi yang sehat. Kita bisa ekspansi sampai dengan 2033," ujar Purbaya saat konferensi pers di Wisma Danantara, dikutip Sabtu (14/2).
Dengan keyakinan tersebut, Purbaya percaya lapangan pekerjaan akan terus bertambah ke depannya, dengan catatan manajemen fiskal yang dilakukan secara baik.
"Artinya tidak usah khawatir, apalagi kalangan muda yang takut cari kerja setelah lulus, bulan-bulan dan tahun-tahun ke depan akan lebih banyak lapangan kerja tercipta. Itu semua dijalankan dengan manajemen fiskal yang baik, yang prudent," ungkap Purbaya.
Purbaya memastikan defisit anggaran tidak melebihi 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan rasio utang masih dalam posisi yang terkendali.
"Kita belanjakan dengan maksimal, tapi tidak melanggar 3 persen rasio defisit PDB, dan utang kita dijaga di level stabil, mungkin akan turun. Saya pikir ketika ekonomi lebih bagus dengan pajak dan bea cukai yang bagus, sehingga utang kita bisa ditekan perlahan," tegasnya.
Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan penciptaan lapangan kerja salah satunya tersedia dari program Koperasi Desa Merah Putih yang sudah terbangun 30.000 unit hingga Januari 2026
"Kopdes, offtaker usaha rakyat, tahun ini sampai Januari dibangun 30.000 (unit) dan menyerap 600.000 tenaga kerja. Dia akan menaungi hasil usaha kecil menengah yang ada di desa-desa," katanya.
Zulhas memastikan Indonesia dapat melampaui target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen, dan dapat mencapai 6 persen dengan berbagai program unggulan pemerintah.





