Tekan Iran, Trump Segera Kirim Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) memastikan akan mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah, di tengah meningkatnya tekanan terhadap Iran terkait program nuklir dan rudal balistiknya.

Trump mengatakan, USS Gerald R. Ford akan diberangkatkan dari kawasan Karibia menuju Timur Tengah, menyusul ketegangan yang masih tinggi setelah perundingan tidak langsung antara Washington dan Teheran di Oman pekan lalu.

“Jika kami membutuhkannya, kami akan menyiapkannya. Ini kekuatan yang sangat besar,” kata Trump di Gedung Putih, Jumat (13/2/2026) waktu setempat yang dilansir Al Jazeera.

Ia menambahkan, “Saya percaya negosiasi akan berhasil,” namun memperingatkan bahwa itu akan menjadi “hari yang buruk bagi Iran” jika gagal mencapai kesepakatan.

Belakangan, Trump juga menyebut perubahan pemerintahan di Iran akan menjadi “hal terbaik yang bisa terjadi”.

“Selama 47 tahun, mereka terus berbicara dan berbicara. Sementara itu, kita telah kehilangan banyak nyawa,” ujarnya merujuk pada penindakan terhadap protes antipemerintah di Teheran yang menewaskan ribuan orang.

Adapun peberangkatan USS Gerald R. Ford menjadi bagian dari penambahan kekuatan militer AS di kawasan. Sebelumnya, dalam beberapa pekan terakhir, kapal induk Abraham Lincoln, sejumlah kapal perusak berpeluru kendali, jet tempur, dan pesawat pengintai telah lebih dulu dikerahkan.

Pernyataan Trump disampaikan beberapa hari setelah pertemuannya dengan Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel di Washington.

Netanyahu menyatakan kesepakatan yang “baik” diharapkan tercapai, tetapi menegaskan keberatan jika perjanjian tersebut tidak membatasi program rudal balistik Iran. Teheran secara terbuka menolak tekanan AS untuk membahas isu rudal.

Netanyahu berulang kali menyerukan tindakan militer lanjutan sejak perang 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni lalu. Amerika Serikat sempat terlibat dengan menyerang tiga fasilitas nuklir Iran dalam operasi militer bertajuk “Midnight Hammer”.

Saat itu, Trump menyatakan serangan AS telah “sepenuhnya menghancurkan” fasilitas nuklir tersebut.

Lanjutan Negosiasi Nuklir Iran

Sementara itu, perundingan tidak langsung terbaru antara AS dan Iran merupakan yang pertama sejak konflik Juni lalu, yang menghentikan negosiasi sebelumnya mengenai kemungkinan pengganti Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Kesepakatan JCPOA sebelumnya dicabut secara sepihak oleh Trump pada masa jabatan pertamanya. JCPOA sendiri merupakan perjanjian antara Iran, AS, dan sejumlah negara Eropa, yang mengharuskan Teheran membatasi program nuklirnya sebagai imbalan pelonggaran sanksi.

Setelah penarikan AS pada 2018, Iran meningkatkan pengayaan uranium melebihi batas kesepakatan, meski berulang kali membantah tudingan Barat bahwa mereka berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Pada awal masa jabatan keduanya Januari lalu, Trump sempat mendorong kesepakatan nuklir baru. Namun, ia kemudian mengadopsi kebijakan nol pengayaan uranium, yang sejak lama ditolak negosiator Iran.

Risiko Eskalasi Kawasan

Di tengah upaya negosiasi terbaru, Rafael Grossi Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengaku mengalami kesulitan mendapatkan akses inspeksi ke lokasi yang menjadi target serangan dalam perang 12 hari tersebut.

Dalam Konferensi Keamanan Munich, Grossi mengatakan para inspektur telah kembali ke Iran setelah konflik, tetapi belum diizinkan mengunjungi lokasi yang diserang.

“Dialog dengan Iran sejak kembalinya para inspektur tahun lalu tidak sempurna, rumit, dan sangat sulit, tetapi tetap ada,” kata Grossi.

Sebelumnya, Trump juga telah mengisyaratkan kemungkinan pengiriman USS Gerald R. Ford, kapal induk bertenaga nuklir yang mampu membawa lebih dari 75 pesawat militer.

Sejumlah negara Teluk Arab memperingatkan bahwa serangan lanjutan berpotensi memicu konflik regional baru, di tengah kawasan yang masih terdampak perang Israel di Gaza. (bil/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil: Akademi Golkar Jadi Kunci Perkuat Kemenangan di Pemilu 2029
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Pertamina Patra Niaga tambah 7,8 juta LPG 3 kg hadapi Imlek-Ramadhan
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Bali United Training Center Jadi Arena Pemusatan Latihan 2 Klub Korea: Bukti Potensi Sport Tourism di Indonesia
• 23 jam lalubola.com
thumb
Pemerintah Trump Gugat Universitas Harvard Terkait Data Rasial dan Dana Federal
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
IFBC 2026 Resmi Dibuka, Dorong Ekosistem Franchise dan Ekspansi Pasar Domestik
• 7 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.