jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan, pembentukan Akademi Partai Golkar merupakan amanat dari Munas.
Lembaga ini diharapkan menjadi pusat penggodokan kader sekaligus memberi masukan untuk pemenangan Pemilu 2029.
BACA JUGA: Bahlil: Aku Pikir Golkar Bukan Kapitalis, Tetapi Sosialis, Ini Jujur
“Akademi adalah tempat penggodokan kader Partai agar mereka mengerti cita-cita Golkar bagi bangsa dan rakyat,” ujar Bahlil seusai menghadiri Pengukuhan Akademi Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (13/2).
Sekjen DPP Partai Golkar M Sarmuji menekankan bahwa semua kader harus bertanggung jawab terhadap kemenangan partai dan peningkatan kursi pada Pemilu 2029.
BACA JUGA: Jokowi Ngebet Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Golkar
Dia menambahkan, anggota DPR RI yang saat ini menjabat dan menteri-menteri dari Golkar juga berencana maju sebagai calon legislatif.
"Itu semua sesuai arahan Ketua Umum Bahlil Lahadalia, sepanjang tidak melanggar aturan Insya Allah menteri-menteri akan maju sebagai legislatif,” jelas Sarmuji.
BACA JUGA: Dukung Sistem Multipartai Sederhana, Golkar Tak Sepakat Ambang Batas Parlemen Dihapus
Sarmuji juga menekankan pentingnya membangun karakter kader di Akademi Partai Golkar.
“Kami ingin seluruh kader memiliki karakter yang kalau jadi pejabat publik semata-mata untuk memakmurkan rakyat Indonesia,” katanya.
Mengenai rencananya maju sebagai caleg dari dapil Papua, Bahlil menegaskan tujuan utamanya adalah memperkuat perolehan kursi Golkar di parlemen.
“Saya nyaleg dari Papua karena di sana kampung saya,” tegasnya.
Direktur Eksekutif Akademi Partai Golkar, Hajriyanto Thohari, mengapresiasi amanat yang diberikan kepadanya.
“Ini kepercayaan yang sangat besar bagi saya dan saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya khususnya Ketum DPP Partai Golkar,” ujar Hajriyanto, seraya menegaskan akademi akan membangun karakter kader dan mendukung kemenangan Golkar pada Pemilu 2029. (jlo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh




