Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melarang kegiatan Sahur on the Road (SOTR) yang berpotensi menimbulkan kerawanan dan taruwan. Pemprov DKI akan memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama selama Ramadan.
"Pokoknya hal yang menimbulkan (SOTR) kerawanan, keributan saya nggak izinkan. Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan nanti saya izinkan," kata Pramono usai meresmikan gedung Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, pendekatan yang digunakan ialah dengan menilai dampak langsung dari kegiatan di lapangan. Jika sahur bersama dilaksanakan secara tertib dan tak mengganggu ketertiban umum, maka masih dapat diterima. Namun, jika kegiatan berujung pada konvoi liar atau bentrokan, tindakan tegas akan diambil.
Selain itu, Pramono juga mengimbau organisasi masyarakat (ormas) tak melakukan aksi sweeping rumah makan selama Ramadan. Pemprov DKI berkomitmen menjaga agar suasana Ramadan tetap damai.
"Saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping," imbuhnya.
(bel/amw)





