JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal menjaga semangat persatuan dan kesatuan di hadapan kader GP Ansor, Banser dan Majelis Dzikir Sholawat (MDS) Rijalul Ansor.
Hal tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan dan pembekalan sekaligus membuka latihan instruktur dan kursus pelatih II GP Ansor, Banser dan Majelis Dzikir Sholawat Rijalul Ansor di Lapangan Olahraga SPN Selopamioro, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (14/2/2026).
Sigit menekankan, seluruh elemen bangsa harus terus menjaga kemerdekaan, UUD 1945 serta Pancasila. Menurutnya, tujuan nasional dan cita-cita besar bangsa harus betul-betul tercapai.
"Itu semua bisa terjadi apabila kita seluruh elemen bangsa ini bersatu padu. Karena Indonesia adalah negara yang sangat besar. Kita memiliki berbagai macam keberagaman baik suku, budaya, agama, dan apabila semua itu disatukan menjadi satu kekuatan keberagaman," ucap Sigit.
Menurutnya, hal tersebut adalah kekuatan sebenarnya bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Sigit menekankan, semangat persatuan dan kesatuan jangan mudah dipecah belah. Apalagi, Indonesia memiliki sejarah panjang sebelum kemerdekaan.
"Itu menjadi pelajaran bagi kita bahwa ke depan dengan semangat persatuan bersama yang kita miliki dan dengan semangat persatuan tersebut kita bisa meraih kemerdekaan," ujar Sigit.
Pada era saat ini, Sigit meyakini semangat persatuan dan kesatuan juga menjadi kunci bisa membawa Indonesia menjadi negara yang maju, berdaulat dan sejahtera.
Hal tersebut mengingat dewasa ini sedang terjadi konflik di berbagai negara, dan hal itu berdampak ke dalam negeri. Karenanya, Sigit mengingatkan soal penguatan sinergisitas antar-seluruh elemen bangsa.
"Maka dengan semangat persatuan itu juga kita yakini bahwa kita bisa, bahwa bangsa dan negara ini membersamai seluruh elemen yang ada, membersamai pemerintah, membersamai unsur-unsur pemerintah yang ada. Kita membawa Indonesia ini menuju negara yang sejahtera, negara yang berdaulat, dan itu menjadi harapan kita semua," tutur Sigit.
Original Article




