Kadin Optimistis Sektor Perumahan Mampu Sumbang Pertumbuhan PDB hingga 1,5 Persen

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Pemerintah dalam menjalankan program pembangunan perumahan skala besar.

Sektor ini dinilai strategis tidak hanya untuk mengatasi tantangan hunian nasional, tetapi juga sebagai motor penggerak utama Produk Domestik Bruto (PDB).

Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James T. Riady, menyatakan bahwa program perumahan masif ini merupakan kesempatan nyata bagi jutaan masyarakat untuk memiliki hunian layak sekaligus menjadi instrumen ekonomi yang kuat.

BACA JUGA:Kemenhaj Percepat Visa Haji 2026, Integrasikan SISKOHAT dan Platform Nusuk

“Ini bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga mesin ekonomi yang sangat kuat. Dalam jangka panjang, sektor ini berpotensi menambah pertumbuhan PDB sekitar 1 hingga 1,5 persen,” jelas James kepada media di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

James menambahkan bahwa rencana pembangunan perumahan berkelanjutan akan menciptakan multiplier effect yang signifikan.

Selain menyerap tenaga kerja dalam skala besar, sektor ini dipastikan akan menggerakkan industri bahan bangunan, logistik, hingga jasa keuangan.

“Hanya sedikit sektor yang memiliki dampak langsung dan cepat terhadap penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi seperti sektor perumahan,” tuturnya.

Selain fokus pada hunian, Kadin Indonesia juga menekankan pentingnya pengembangan kawasan investasi dan destinasi wisata.

BACA JUGA:Bahar bin Smith Tak Ditahan, Kapolres Metro Tangerang Kota Beri Penjelasan

James menyoroti rencana pembangunan pabrik, pelabuhan, kawasan pertanian, hingga infrastruktur digital sebagai prioritas yang harus didukung.

Menurutnya, pusat pertumbuhan ekonomi masa depan Indonesia kini bergeser ke wilayah yang lebih luas.

"Masa depan pertumbuhan Indonesia tidak hanya ditentukan di ruang rapat, tetapi di kawasan investasi, destinasi pariwisata, wilayah pertanian, dan kota-kota sekunder yang sedang berkembang," tegas James.

Di sisi lain, James mengingatkan bahwa aspek budaya memiliki peran krusial dalam memperkuat diplomasi ekonomi global. Industri kreatif seperti kuliner, film, fesyen, dan konten digital sering kali menjadi pembuka jalan bagi kerja sama bisnis internasional.

"Budaya adalah duta pertama sebuah negara jauh sebelum perjanjian dagang ditandatangani. Ketika masyarakat saling menghargai budaya, hubungan bisnis menjadi lebih mudah, kuat, dan berkelanjutan," pungkasnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jorge Lorenzo Yakin Francesco Bagnaia Bangkit Bersama Ducati di MotoGP 2026, Asalkan...
• 47 menit lalutvonenews.com
thumb
Kapolres Beberkan Alasan Sebenarnya Bahar bin Smith Tak Ditahan Usai Aniaya Banser
• 8 jam lalukompas.com
thumb
DPR Ingatkan MKMK Terkait Adies Kadir Tak Tangani Perkara Potensi Konflik Kepentingan
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Cerita Hamid Awaluddin, Lebih Dikenal sebagai Penulis ketimbang Mantan Menteri
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Tak Ingin Seperti Ketum Parpol Lain, Bahlil Hanya Ingin Jadi Caleg di Pemilu 2029
• 20 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.