VIVA – Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, menilai positif keputusan sejumlah pemain keturunan yang memilih berkompetisi di Super League. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan para pemain mendapatkan menit bermain yang cukup demi mendukung perkembangan performa tim nasional.
Verdonk menekankan bahwa konsistensi tampil di level klub menjadi fondasi utama sebelum pemain memberikan kontribusi maksimal bagi skuad Garuda.
“Bagus jika ada pemain yang pergi ke sana [Liga 1 Indonesia, Super League] karena mereka butuh menit bermain. Itu penting untuk tim nasional agar semua pemain mendapat menit bermain,” ujar Verdonk dikutip dari Instagram @garudaletsgo.id Sabtu, 14 Februari 2026.
- Instagram @losclive
Ia menilai, bagi pemain yang kesulitan memperoleh kesempatan di Eropa, berkarier di kompetisi domestik bisa menjadi solusi realistis sekaligus strategis.
“Jika mereka tidak bermain di Eropa, mereka bisa bermain di sana. Itu bagus untuk timnas dan juga untuk liga karena membawa kualitas,” tambahnya.
Pandangan tersebut sekaligus menyoroti potensi Liga 1 Indonesia sebagai wadah pengembangan talenta keturunan yang ingin membela Indonesia di level internasional. Kehadiran pemain diaspora dinilai dapat meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperluas pilihan pemain bagi tim nasional.
Di sisi lain, Verdonk menegaskan pentingnya menjaga standar kompetitif jika Indonesia memiliki target besar di kancah internasional.
“Itu sangat dibutuhkan jika kami punya mimpi ke Piala Dunia atau menjuarai Piala Asia. Kami harus berada di level tertinggi dan butuh lebih banyak pemain yang bermain di liga top Eropa agar bisa bersaing dengan negara lain,” ucap pemain Lille itu.
Pernyataan tersebut menggambarkan dua kebutuhan yang berjalan beriringan, yakni pentingnya menit bermain bagi pemain diaspora di dalam negeri serta dorongan agar semakin banyak pemain Indonesia berkiprah di liga elite Eropa.





