Kata Calvin Verdonk soal Pemain Keturunan yang Berkarier di Super League

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, menilai positif keputusan sejumlah pemain keturunan yang memilih berkompetisi di Super League. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan para pemain mendapatkan menit bermain yang cukup demi mendukung perkembangan performa tim nasional. 

Verdonk menekankan bahwa konsistensi tampil di level klub menjadi fondasi utama sebelum pemain memberikan kontribusi maksimal bagi skuad Garuda.

Baca Juga :
Penampakan Pertama Maarten Paes di Latihan Ajax
John Herdman Tak Sabar Rasakan Panasnya Piala AFF 2026

“Bagus jika ada pemain yang pergi ke sana [Liga 1 Indonesia, Super League] karena mereka butuh menit bermain. Itu penting untuk tim nasional agar semua pemain mendapat menit bermain,” ujar Verdonk dikutip dari Instagram @garudaletsgo.id Sabtu, 14 Februari 2026.

Bek Lille Calvin Verdonk
Photo :
  • Instagram @losclive

Ia menilai, bagi pemain yang kesulitan memperoleh kesempatan di Eropa, berkarier di kompetisi domestik bisa menjadi solusi realistis sekaligus strategis.

“Jika mereka tidak bermain di Eropa, mereka bisa bermain di sana. Itu bagus untuk timnas dan juga untuk liga karena membawa kualitas,” tambahnya.

Pandangan tersebut sekaligus menyoroti potensi Liga 1 Indonesia sebagai wadah pengembangan talenta keturunan yang ingin membela Indonesia di level internasional. Kehadiran pemain diaspora dinilai dapat meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperluas pilihan pemain bagi tim nasional.

Di sisi lain, Verdonk menegaskan pentingnya menjaga standar kompetitif jika Indonesia memiliki target besar di kancah internasional.

“Itu sangat dibutuhkan jika kami punya mimpi ke Piala Dunia atau menjuarai Piala Asia. Kami harus berada di level tertinggi dan butuh lebih banyak pemain yang bermain di liga top Eropa agar bisa bersaing dengan negara lain,” ucap pemain Lille itu.

Pernyataan tersebut menggambarkan dua kebutuhan yang berjalan beriringan, yakni pentingnya menit bermain bagi pemain diaspora di dalam negeri serta dorongan agar semakin banyak pemain Indonesia berkiprah di liga elite Eropa.

Baca Juga :
Timnas Indonesia U-17 Masuk Grup Neraka usai Dibantai China, Simon Tahamata: Jangan Terlalu Kritis, Mereka Baru 16 Tahun
Timnas Indonesia U-17 Masuk Grup Neraka, Simon Tahamata: Harus Yakin, Kalau Tak Punya Mental Pulang Saja!
John Herdman Tantang Timnas Indonesia Pecahkan Sejarah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenag Gandeng 12 Kedubes Bahas Isu Strategis di Bidang Keagamaan
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Guru Jember yang Telanjangi Siswa-Siswi Sudah Diperiksa Disdik, Masih Trauma
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Rio Fahmi Absen, Marcos Santos Siapkan Tiga Opsi Bek Kanan Arema FC
• 23 jam lalubola.com
thumb
Pemerintah tegaskan dana bencana Aceh disalurkan sesuai regulasi
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal Libur Ramadan dan Lebaran Siswa PAUD/TK, SD, SMP Se-Kota Makassar, Catat Tanggalnya
• 13 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.