Anggota Banser Beberkan Detik-detik Dugaan Penganiayaan oleh Bahar bin Smith di Tangerang

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com – Rida, anggota Banser, membeberkan kronologi dugaan penganiayaan yang dialaminya saat menghadiri acara Maulid Nabi di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, pada September 2025.

Peristiwa itu terjadi ketika ia hendak bersalaman dengan penceramah, Bahar bin Smith, usai acara berlangsung.

Rida menuturkan, kedatangannya ke lokasi murni untuk mengikuti pengajian dan mendengarkan ceramah seperti jemaah lainnya.

"Saya datang niat untuk melihat acara Maulid Nabi, bahkan katanya yang isi kan HBS. Saya pun niat datang untuk mendengar ceramahnya,” ujar Rida di Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Kapolres Beberkan Alasan Sebenarnya Bahar bin Smith Tak Ditahan Usai Aniaya Banser

Setelah acara selesai, Rida mengikuti jemaah lain yang mengantre untuk bersalaman. Namun, saat mendekati gilirannya, ia mengaku dicegat oleh pengawal Bahar.

“Saya ikut mengikuti jemaah yang lain itu bersalaman. Saya pun berniat untuk ikut bersalaman. Ternyata sama pengawalnya dicegat. Malah bahasa mereka saya dituduh mencolok atau mau menjambak. Itu tidak benar,” kata dia.

Rida menyebut dirinya sempat membela diri karena merasa tidak melakukan tuduhan tersebut. Namun, pembelaannya tidak dihiraukan. Ia kemudian dipiting dan dibawa ke dalam ruangan. Di luar lokasi utama acara, ia mengaku sempat mendapat pukulan dari belakang.

“Setelah dipiting itu saya waktu lihat video ada yang mukul dari belakang,” kata dia.

Ia lalu dibawa ke sebuah ruangan tengah yang disebut sebagai ruang tamu khusus. Menurut pengakuannya, kekerasan kembali terjadi di tempat tersebut.

“Saya jadi bulan-bulanan juga di situ. Dilerai, sudah selesai, saya malah dilanjutkan dibawa ke kamar,” ucap dia.

Rida juga mengeklaim sempat dipiting langsung oleh Bahar sebelum diarahkan ke kamar.

“Sebelum dibawa ke kamar saya dipiting juga sama HBS. Dipiting diarahkan ke kamar,” katanya.

Baca juga: Permintaan Damai Bahar bin Smith Ditolak Mentah-mentah, Banser Tuntut Kasus Berlanjut

Di dalam kamar, Rida kembali mengalami kekerasan. Ia mengaku sempat ditanya mengenai identitasnya.

“Saya ditanya ‘Kamu siapa?’ Saya jawab, ‘Saya Banser Satkorwil Kecamatan Tangerang’. Mereka tidak percaya, langsung mukulin saya,” tutur dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Rida, sekitar 10 orang secara bergantian memukulnya. Telepon genggam miliknya juga dirampas dan dibuka secara paksa. Ia bahkan mengeklaim disekap menggunakan handuk basah sebanyak dua kali hingga kesulitan bernapas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nutrisi dan Stimulasi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak Moms!
• 11 jam laluherstory.co.id
thumb
Wamendagri berharap konflik Bupati-Wabup Jember selesai secara elegan
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Wacana UU KPK Kembali ke UU Lama, Ma'ruf Amin: Kalau Performa Kurang, Sebaiknya Dikembalikan!
• 2 jam laluokezone.com
thumb
BPS Cilegon Waspadai Lonjakan Inflasi Ramadan, Harga Pangan Berpotensi Naik
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Pusaran Panas Korupsi Pertamina: Anak Riza Chalid Dituntut Rp13,4 Triliun, Ayah Buron Interpol
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.