Penulis: Dendi Sudrajat
TVRINews, Cilegon
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cilegon mengingatkan potensi gejolak inflasi pada awal Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri, terutama pada komoditas pangan. Peningkatan permintaan masyarakat dinilai menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga.
Kepala BPS Kota Cilegon Dadan Sudarmadi menyampaikan bahwa tren inflasi pada periode awal Ramadan hingga Idulfitri tercatat berada di angka 3,53 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi pada akhir tahun lalu yang berada di level 2,63 persen.
Menurut Dadan, lonjakan kebutuhan bahan pokok saat Ramadan perlu diantisipasi secara serius, khususnya dari sisi distribusi dan ketersediaan stok.
“Menjelang puasa atau di bulan puasa, kebutuhan komoditas sangat tinggi sehingga perlu diwaspadai distribusi barangnya, stok barangnya dijaga, dan dilakukan operasi pasar. Sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk tanpa terganggu harga yang merangkak naik,” ujar Dadan.
Ia menambahkan pengendalian inflasi dapat dilakukan melalui langkah antisipatif seperti menjaga pasokan bahan pangan tetap aman dan memastikan distribusi berjalan lancar. Operasi pasar juga dinilai efektif untuk menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen.
BPS berharap sinergi antara pemerintah daerah, distributor, dan pelaku usaha dapat diperkuat agar stabilitas harga tetap terjaga selama Ramadan dan menjelang Idulfitri, sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus lonjakan harga pangan.
Editor: Redaktur TVRINews





