Serunya Belajar Bersama di Trotoar Malioboro

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

Rafandra (12) mencermati tulisan pada papan tulis yang harus ia translasi dari wujud alfabet menjadi aksara Jawa di trotoar Jalan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (14/2/2026). Pelajar SMP itu dan sejumlah peserta acara Setu Sinau lainnya berusaha seakurat mungkin menulis tugas yang diberikan oleh mentor yang berasal dari Komunitas Jawacana pada pagi itu.

Di sudut yang lain, sejumlah anak-anak dan remaja putri menari gemulai mengikuti gerakan pemandu. Dengan mengenakan dandanan lengkap penari, pemandu tidak segan dan sungkan mengingatkan para penari untuk mengikuti gerakannya. Mereka sedang sinau joged atau belajar menari bersama sebagai bagian dari Setu Sinau.

Mimik serius juga terlihat pada wajah sejumlah peserta pelatihan yang sudah masuk kategori lansia. Mereka antusias mengikuti pelatihan gratis dalam program yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta itu.

Setu Sinau (Sabtu Belajar) menjadi contoh ideal praktik pemanfaatan ruang publik untuk tempat edukasi. Terdapat enam pelatihan singkat yang dihadirkan Setu Sinau di trotoar jalan itu, yakni pelatihan menulis aksara Jawa, menari tradisional, menggambar, menggunakan pakaian tradisional, bermain gamelan, dan mengenal permainan tradisional.

Pelatihan itu menjadi salah satu wadah pelestarian budaya tradisional. Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Yetti Martanti menyatakan bahwa Setu Sinau merupakan strategi untuk memperkuat nilai tambah kawasan Malioboro sebagai destinasi budaya.

Instruktur dari setiap pelatihan didatangkan dari praktisi dari berbagai komunitas. Setu Sinau juga menghadirkan nuansa pertukaran budaya internasional dengan melibatkan mahasiswa asing yang tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta.

”Sebagai bagian dari penguatan dialog budaya, kami juga akan melibatkan mahasiswa asing dalam Setu Sinau,” ujar Yetti. Hal itu sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan Yogyakarta kepada dunia melalui pengalaman langsung.

Melalui program Setu Sinau di Malioboro, pengunjung diajak terlibat langsung dalam pengalaman belajar budaya Yogyakarta di ruang publik, dengan konsep yang santai, terbuka, dan interaktif. Program ini juga menjadi upaya mengembalikan ”roh” Malioboro sebagai koridor budaya dalam sumbu filosofi Yogyakarta.

Ruang publik pun tidak hanya dimaknai sebagai kawasan wisata atau ekonomi, tetapi juga sebagai ruang belajar bersama yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca JugaOma, Opa, Ayo Berdansa!
Baca JugaPancaran Keberagaman Jelang Imlek di Kelenteng Gondomanan
Baca JugaDi Balik Rak Tua, Sejarah dan Literasi Tersimpan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tahun Kuda Api Buka Peluang Investasi Hijau dan Akselerasi Ekonomi Indonesia
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Kemenhub dan KNKT Rilis Hasil Investigasi Kecelakaan Jetour T2 yang Terbakar di Tol Jagorawi
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
PAM JAYA PALJAYA Revitalisasi MCK Komunal Manggarai, Wujudkan Lingkungan Sehat
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Rosan Beberkan Progres Proyek Kampung Haji
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Aplikasi YouTube Resmi Hadir di Apple Vision Pro, Dukung Resolusi Video Hingga 8K
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.