Pramono Larang Ormas Sweeping Rumah Makan Selama Ramadhan di Jakarta

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan larangan bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk melakukan sweeping terhadap rumah makan selama bulan Ramadan.

Kebijakan ini ditegaskan demi menjaga ketertiban umum serta menciptakan suasana ibadah yang aman dan damai bagi seluruh warga.

"Tentunya saya sebagai Gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping," ungkap Pramono ketika diwawancarai di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).

Baca juga: Pramono Larang Sahur On The Road di Jakarta, Rawan Sebabkan Tawuran

Larangan tersebut, kata Pramono, bertujuan agar warga Jakarta dapat menyambut Ramadan dengan penuh kedamaian, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama.

Di sisi lain, Pramono juga menyampaikan komitmennya untuk menata wajah Jakarta agar selaras dengan momentum hari besar keagamaan. Penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman masyarakat Ibu Kota.

Saat ini, misalnya, kawasan Bundaran Hotel Indonesia dihiasi ornamen bernuansa Imlek. Namun, suasana tersebut akan segera berganti mengikuti kalender perayaan keagamaan.

"Sekarang ini periodisasi kita menyambut Imlek dari dari tanggal 13 sampai dengan 17 itu Imlek. Nanti begitu tanggal 18, maka Jakarta wajahnya total berubah menjadi wajah yang Ramadan dan juga wajah yang menyambut Idul Fitri," kata Pramono.

Ia menjelaskan, ketika memasuki bulan Ramadhan, ornamen-ornamen yang identik dengan Islam akan menghiasi berbagai sudut kota. Persiapan ini dilakukan secara matang mengingat mayoritas penduduk Jakarta beragama Islam.

Selain penataan visual kota, Pemerintah Provinsi Jakarta juga menyiapkan sejumlah agenda kegiatan besar yang akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk ormas.

Salah satunya adalah Festival Bandeng Rawa Belong yang digelar mulai Sabtu (14/2/2026) hingga Senin (16/2/2026). Selain itu, Pramono juga berencana mengusulkan penyelenggaraan haul ulama besar Betawi serta tokoh-tokoh nasional Betawi yang rencananya akan dipusatkan di kawasan Monas.

Baca juga: Pramono: Penataan Pasar Palmerah Bukan karena Presiden Datang

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pemprov Jakarta juga menyiapkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat provinsi dengan pendekatan baru yang lebih inklusif.

"Termasuk MTQ yang sekarang ini hanya pada level provinsi kami mulai kembali dari bawah dari akarnya untuk memberikan kesempatan itu," tutur Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ngakak! Guyon Presiden Prabowo Bikin Kapolri Kepala BGN Dadan Tertawa: Saya Juga Mulai Botak
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Tak Hanya Sekadar Cokelat dan Bunga, Ini 5 Tradisi Unik Valentine di Berbagai Negara
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kisruh PBI JKN: Kepesertaan Dinonaktifkan, BPJS Buka Reaktivasi
• 23 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kongres Partai Korut: Nuklir dan Kim Ju Ae
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Polemik PBI-JK, Komisi IX DPR Tekankan Hak atas Layanan Kesehatan Tidak Boleh Direduksi
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.