GenPI.co - Perusahaan farmasi global AstraZeneca memperkuat langkah strategisnya dengan meningkatkan investasi di pengembangan obat kanker dan penurun berat badan.
Dilansir PA Media, Jumat (13/2), AstraZeneca membukukan lonjakan laba tahunan sebesar 40 persen pada 2025.
Kinerja ini didorong kuatnya permintaan terhadap portofolio obat kanker yang terus dikembangkan perusahaan.
Perusahaan melaporkan laba sebelum pajak sebesar USD 12,4 miliar pada 2025, meningkat dari USD 8,69 miliar pada 2024.
Kenaikan ini ditopang lonjakan 49 persen pada kuartal keempat.
Laba operasional naik 36 persen menjadi USD 13,74 miliar, sementara pendapatan tumbuh 8 persen menjadi USD 58,74 miliar.
Perusahaan memperkirakan pendapatan akan meningkat dalam kisaran persentase satu digit menengah hingga tinggi pada 2026, sedangkan laba per saham diproyeksikan naik dalam kisaran dua digit rendah.
Grup Anglo-Swedia ini terus bertaruh pada permintaan yang kuat dan berkelanjutan terhadap obat kanker.
Di saat yang sama, AstraZeneca meningkatkan investasi pada obat penurun berat badan yang tengah populer.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengimbangi potensi penurunan pendapatan akibat berakhirnya perlindungan paten obat diabetes andalannya, Farxiga.
Pada kuartal keempat, penjualan Farxiga hanya tumbuh 2 persen.
CEO Grup Anglo-Swedia Pascal Soriot optimistis terhadap target penjualan tahunan sebesar USD 80 miliar pada 2030.
Hal itu akan dicapai melalui peluncuran obat baru dan investasi berkelanjutan.
Tahun ini, perusahaan dijadwalkan merilis hasil dari sekitar 20 uji klinis tahap lanjut.
"Kami memiliki lebih dari 100 studi Fase 3 yang sedang berlangsung, termasuk sejumlah uji coba berbasis teknologi transformatif yang berpotensi merevolusi hasil bagi pasien," ujar Soriot.
Dia menilai momentum perusahaan diperkirakan terus berlanjut pada 2026. (*)
Heboh..! Coba simak video ini:





