JAKARTA, KOMPAS.com – Ramainya pengunjung di Assembly Hall Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jakarta International Jewelry Fair (JIJF), Sabtu (14/2/2026), dipicu tingginya minat masyarakat membeli emas Antam yang diiringi keterbatasan sistem antrean.
Salah satu pengunjung, Engkos (55), mengatakan sistem antrean daring untuk pembelian emas Antam justru menyulitkan pelanggan, termasuk dirinya.
Saat mencoba mengakses situs resmi Antam, Engkos mengaku berkali-kali gagal mendapatkan nomor antrean dan terus diminta masuk kembali ke akun pribadinya.
Baca juga: Stan Antam Jadi Magnet JIJF, 600 Pengunjung Antre untuk 200 Kuota
Kondisi tersebut membuat banyak calon pembeli memilih mendatangi pameran secara langsung di Jakarta International Convention Center.
“Itu mental terus (karena sistem ‘war’), karena kan sekarang enggak bisa offline (belinya), harus (antrean) online dulu. Makanya kalau lagi ada pameran offline kayak gini datang, tapi sama aja ternyata,” ujar Engkos saat ditemui di lokasi, Sabtu.
Menurut Engkos, pembelian emas melalui butik resmi Antam umumnya dibatasi hanya 40 hingga 50 orang per hari. Sementara itu, jumlah peminat terus meningkat sehingga membuat pelanggan kesulitan memperoleh kuota antrean.
Ia juga mengamati bahwa banyak pengunjung JIJF rela bermalam di area JICC demi mendapatkan antrean pembelian emas yang dibatasi maksimal 200 orang per hari.
“Ini antrean yang tadi pagi itu, orang ngambil antreannya dari kemarin habis maghrib, itu enggak boleh pulang. Nanti antreannya hangus,” jelas dia.
Engkos sendiri memilih tidak mengikuti antrean bermalam tersebut. Akibatnya, ia hanya memperoleh nomor antrean di kisaran 450 dan tidak mendapatkan kesempatan membeli emas.
Baca juga: Warga Tetap Buru Emas Antam meski Harganya Naik, Ini Alasannya
Alhasil, ia hanya membawa pulang merchandise dari penyelenggara acara dan memutuskan tidak kembali pada hari berikutnya. Engkos berharap Antam dapat memperbaiki mekanisme pengambilan nomor antrean daring agar lebih ramah bagi pelanggan.
“Sudah pasrah saya. Udah enggak penasaran lagi. Saya dapatnya cuma suvenir aja,” ungkap dia.
Sementara itu, petugas keamanan JIJF, Bernard, membenarkan adanya pembatasan jumlah pengunjung di stan Antam. Setiap harinya, antrean dibatasi maksimal 200 orang.
“Hari ini setidaknya ada 600 orang yang ikut mengantre. Sekira 400 di antaranya harus puas dengan hanya membawa pulang merchandise,” kata Bernard.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




