Grid.ID - Menjalani ibadah puasa Ramadan di negeri orang memberikan tantangan batin luar biasa bagi presenter Terry Putri. Biasa dimanjakan dengan suara adzan dan melimpahnya makanan halal di Indonesia, ia harus menghadapi kenyataan pahit saat menjadi minoritas di Amerika Serikat.
Istri dari Derly Darmawan ini blak-blakan mengungkap pengalaman sulitnya perjuangan mencari berkah di Negeri Paman Sam dibandingkan di Tanah Air. Mulai dari jarak masjid yang jauh hingga durasi puasa yang menguras fisik, pengalaman ini membuat Terry makin bersyukur bisa Ramadan di Indonesia tahun ini.
Adapun salah satu perbedaan paling mencolok yang dirasakan Terry adalah sulitnya akses ke rumah ibadah. Jika di Indonesia masjid bisa ditemukan di setiap tikungan jalan, di wilayah tempat tinggal Terry di Amerika, keberadaan masjid adalah barang langka.
"Kalau mau tarawih aja mesti antar kota, karena kan 1 state (negara bagian) itu cuman ada 1 masjid," kata Terry Putri saat ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, belum lama ini.
"Jadi kalau mau tarawih saja mesti sekitar berapa puluh miles itu, 60 km sampai 70 km. Itu bensin masalah bolak-balik tapi kita mau ibadah ya," lanjutnya.
Uniknya, meski jauh, pelaksanaan salat Tarawih di sana terbilang khusyuk dengan bacaan ayat yang panjang.
"Di sana 1 juz per hari tarawihnya, yang imam orang Iran," tutur wanita 46 tahun itu.
Selain jarak, durasi puasa juga menjadi ujian fisik yang berat, terutama saat Ramadan jatuh di musim panas. Terry menuturkan bahwa durasi puasa di Amerika bergantung pada musim. Hal ini berbeda jauh dengan Indonesia yang waktu puasanya relatif stabil sekitar 13 jam sepanjang tahun.
"Kalau musim dingin itu agak lebih cepat. Subuh itu jam 06.00, maghrib sekitar jam 05.00. Tapi kalau musim panas bisa sampai 20 jam puasa," jelas Terry.
Tantangan lainnya adalah soal makanan. Terry mengaku harus ekstra hati-hati dan berjuang keras hanya untuk memastikan apa yang masuk ke tubuhnya itu halal.
"Dari sisi kita sehari-hari aja kalau tinggal di sana cari halal aja, cari berkah kan susah ya. Benar-benar harus berjuang," ucapnya.
Terlebih, Terry sempat bekerja sebagai kurir pengantar makanan di sana, yang memaksanya harus selektif memilih orderan agar tidak mengantar makanan non-halal.
Kendati kini bisa bernapas lega menikmati Ramadan yang nyaman di Indonesia, kebahagiaan Terry terasa kurang lengkap.Pasalnya, ia harus kembali menjalani Long Distance Marriage (LDM) dengan sang suami, Derly Darmawan.
Ia sudah lima bulan menjalani hubungan jarak jauh dengan sang suami. Terhitung sejak September 2025 hingga Februari 2026. Sang suami harus tetap bekerja di Amerika Serikat dan tertahan masalah imigrasi, sementara Terry berada di Indonesia menggunakan visa turis.
"Alhamdulillah Ramadan kali ini aku di Indonesia, tapi dari sisi tanggung jawabnya, aku kayak gak bisa layanin suami," pungkasnya.(*)
Artikel Asli



