KOMPAS.TV – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,8 terjadi di 100 kilometer sebelah timur laut Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, pada hari ini, Sabtu (14/2/2026).
Berdasarkan pembaruan data Badan Meteorologi,Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi tersebut terletak di kedalaman 31 kilometer.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,8,” demikian tertulis dalam keterangan BMKG.
“Berdasarkan analisis episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,86° LS ; 134,23° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 100 Km arah timur laut Kep. Aru, Maluku pada kedalaman 31 km,” kata keterangan tersebut.
Baca Juga: Gempa Bumi Berkekuatan M 5,9 Terjadi di Tanimbar Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG menjelaskan, gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, BMKG memperingatkan untuk mewaspadai gempa susulan.
“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian tertulis dalam keterangan tersebut, seperti dikutip dari inatews BMKG, Sabtu.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan kerak bumi di Zona Graben Aru.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
Berdasarkan analisis hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Aru Utara, Pulau-Pulau Aru dan daerah Sir-Sir, Kepulauan Aru dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu).
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- gampa bumi
- bmkg
- badan meteorologi klimatologi geofisika
- gempa kepulauan aru
- gempa





