VIVA – Fujairah, Uni Emirat Arab, menjadi saksi lahirnya kebanggaan baru bagi Merah Putih. Atlet muda Indonesia, Zaskia Putri Salurante, kembali mengibarkan bendera di ajang dunia usai merebut medali emas kelas Kata Perorangan Putri Junior pada WKF Youth League Fujairah 2026 yang digelar 12–15 Februari 2026.
Karateka yang akrab disapa Keong itu tampil luar biasa di tengah persaingan sengit 93 negara dengan total 2.305 peserta. Tak tanggung-tanggung, ini menjadi emas kedua beruntun bagi Zaskia di ajang bergengsi level dunia tersebut. Pada edisi sebelumnya, ia juga naik podium tertinggi di kelas Kata Perorangan Putri Kadet.
Dominasi Keong terlihat sejak babak awal. Ia melibas atlet Rusia (5-0), Mesir (5-0), Iran (5-0), lalu menyingkirkan wakil Belgia (4-1) dan Portugal (4-1). Di partai final, atlet Austria pun takluk 4-1. Sapu bersih yang menegaskan mental juara sang karateka muda asal Gorontalo itu.
Prestasi gemilang tersebut disaksikan langsung Ketua Umum PB Forki, Hadi Tjahjanto, yang turut mengalungkan medali di podium. Ia menyebut capaian Zaskia sebagai bukti konkret bahwa pembinaan karate usia muda Indonesia berada di jalur yang tepat.
“Ini hasil kerja keras atlet, pelatih, perguruan, dan seluruh stakeholder karate di Tanah Air. Prestasi ini sangat membanggakan,” ujarnya.
PB Forki juga menatap momentum besar berikutnya. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Senior di Nusa Dua, Bali, pada 17–21 Juni 2026. Ajang itu diharapkan makin mengukuhkan posisi Indonesia di peta karate Asia dan dunia.
Wakil Ketua Umum IV PB Forki, Ricky Muchtar, menegaskan bahwa WKF Youth League adalah barometer pembinaan global. Dengan level kompetisi setinggi ini, emas Zaskia menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia mampu bersaing di panggung internasional.
Hingga hari pertama kompetisi, Zaskia menjadi satu-satunya penyumbang medali bagi Indonesia. Kontingen Merah Putih sendiri menurunkan atlet-atlet muda dari Tim Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) dan OSH Dojo. Sejumlah nama masih akan berlaga di nomor kumite pada hari berikutnya.
Keberhasilan ini juga menjadi buah dari pembinaan jangka panjang PB Inkanas bersama berbagai perguruan dan dojo di Indonesia. Lebih dari sekadar medali, kemenangan Zaskia adalah simbol lahirnya generasi baru karate Indonesia—disiplin, konsisten, dan bermental baja.





