Penulis: Fityan
TVRINews - Dhaka
Tarique Rahman bersiap pimpin pemerintahan usai kemenangan mayoritas dalam pemilu perdana pasca-revolusi 2024.
Komisi Pemilihan Umum Bangladesh secara resmi mengonfirmasi kemenangan besar Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) dalam pemilu parlemen yang bersejarah.
Hasil ini menandai kembalinya tatanan demokrasi di negara tersebut setelah periode pergolakan politik yang panjang.
Berdasarkan dokumen resmi yang diterbitkan pada Sabtu 14 Februari 2026.
BNP bersama koalisinya berhasil mengamankan sedikitnya 212 dari 299 kursi parlemen.
Kemenangan dominan ini menempatkan pemimpin BNP, Tarique Rahman, sebagai sosok utama yang diprediksi akan menjabat sebagai Perdana Menteri berikutnya.
Di sisi lain, partai oposisi Jamaat-e-Islami beserta aliansinya memperoleh 77 kursi.
Sementara itu, National Citizen Party gerakan yang dimotori oleh aktivis muda dari pemberontakan 2024 hanya berhasil meraih enam kursi, sebuah fakta yang menunjukkan tantangan besar dalam mentransformasi gerakan massa menjadi kekuatan elektoral di bilik suara.
Transisi Kekuasaan yang Damai
Pemimpin interim sekaligus peraih Nobel Perdamaian, Muhammad Yunus, menyampaikan ucapan selamat kepada Tarique Rahman atas capaian partainya.
Dalam pernyataan resminya, tokoh berusia 85 tahun tersebut menyatakan kesiapannya untuk menyerahkan mandat kekuasaan kepada pemerintahan terpilih.
"Kemenangan ini diharapkan mampu membawa Bangladesh menuju stabilitas, inklusivitas, dan pembangunan yang berkelanjutan," ujar Yunus saat mempersiapkan transisi pemerintahan dari statusnya sebagai Penasihat Utama.
Sikap suportif juga datang dari kubu lawan. Meski sempat menyoroti beberapa kendala dalam proses penghitungan suara, Ketua Jamaat-e-Islami, Shafiqur Rahman, menyatakan bahwa pihaknya menghormati pilihan rakyat.
"Kami mengakui hasil keseluruhan ini dan tetap menjunjung tinggi supremasi hukum," tegasnya.
Dukungan Internasional dan Kedewasaan Politik
Kemenangan BNP langsung mendapat sorotan global. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyampaikan apresiasi atas kelancaran proses demokrasi ini.
Melalui pernyataan di media sosial, Rubio menegaskan komitmen AS untuk bekerja sama dengan pemerintahan baru guna memperkuat keamanan dan kemakmuran di kawasan Asia Selatan.
Menanggapi hasil tersebut, BNP menunjukkan sikap yang terukur.
Alih-alih merayakan kemenangan dengan konvoi besar di jalanan, partai tersebut mengimbau para pendukungnya untuk tetap tenang dan menunjukkan kedewasaan politik.
"Meskipun menang dengan margin suara yang signifikan, kami meminta tidak ada prosesi perayaan atau rapat umum.
Kami mengajak masyarakat untuk mensyukuri hasil ini dengan doa bersama," tulis pernyataan resmi BNP.
Seiring dengan pengumuman hasil ini, perhatian publik kini tertuju pada langkah strategis Tarique Rahman dalam menyusun kabinet dan memulihkan ekonomi nasional setelah masa transisi yang penuh tantangan
Editor: Redaktur TVRINews




