GenPI.co - Sprout menandai babak baru dalam industri robotika Amerika Serikat sebagai robot humanoid pertama yang dirancang khusus dengan pendekatan estetika ramah anak.
Robot setinggi satu meter ini memiliki kepala persegi panjang, alis unik mirip wiper kaca depan, dan tangan penjepit yang siap menjabat siapa saja.
Bukannya terbuat dari logam keras yang dingin, Sprout justru dibalut lapisan busa lembut berwarna hijau sage.
Desain ini sengaja dirancang perusahaan rintisan Fauna Robotics agar terasa akrab, bahkan bagi anak usia lima tahun.
Jika banyak perusahaan robotika mengambil inspirasi dari film fiksi ilmiah yang kelam seperti Terminator atau Westworld, tim di balik Fauna Robotics memilih jalur yang berbeda.
"Kami terinspirasi WALL-E, Baymax, dan Rosie Jetson," kata CEO Fauna Robotics Rob Cochran, dilansir AP News, Jumat (13/2).
Berbeda dengan robot milik Tesla yang dipersiapkan untuk bekerja di gudang atau pabrik otomotif, Sprout memiliki target pasar yang unik, yaitu para pengembang perangkat lunak.
Dengan harga USD 50.000, Sprout diposisikan sebagai "komputer pribadi" dalam bentuk robot.
Pelanggan awal mereka bukanlah industri manufaktur, melainkan raksasa kreatif seperti Disney dan pionir robotika Boston Dynamics.
Robot ini dirancang agar mudah digunakan langsung setelah keluar dari kotak, memungkinkan pengembang untuk menciptakan aplikasi atau perilaku robotik baru di lingkungan rumah atau sosial.
Robot ini menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan ruangan.
Jika ada orang melintas, Sprout tidak akan menabrak dan bisa menyusun rute baru secara instan.
Dalam uji coba, Sprout terbukti mampu memulihkan keseimbangan dengan cepat saat tersandung, mirip dengan gerakan manusia yang ceroboh. (*)
Lihat video seru ini:





