KOMPAS.com - Kementerian Koperasi (Kemenkop), Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo melakukan kick off dan kolaborasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Dukuhrejo dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako Menuju Kemandirian Ekonomi di Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (14/2/2025).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pilot project pemerintah dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrim melalui wadah Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Para keluarga penerima manfaat (KPM) program Kemensos di Kabupaten Purworejo kini telah menjadi anggota Kopdes Merah Putih Dukuhrejo. Mereka diharapkan mendapat manfaat lebih dan mandiri secara ekonomi.
Baca juga: Kemenkop Salurkan Bantuan Rp 1,6 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan, Kopdes Merah Putih akan menjadi instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dan mendorong KPM naik kelas secara bertahap sehingga lebih sejahtera dan berdaya. Kick off ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama lintas kementerian yang sebelumnya dilakukan.
“Ini menjadi kelanjutan dari MoU yang dilakukan antara Kemensos dan Kemenkop beberapa waktu lalu untuk mendorong para penerima manfaat menjadi anggota Kopdes. Selanjutnya, aspek pemberdayaannya akan kami bantu melalui operasionalisasi Kopdes Merah Putih,” ujar Menkop Ferry dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (14/2/2026).
Ia menegaskan bahwa model kolaborasi dalam pemberdayaan KPM program Kemensos akan diperluas di berbagai wilayah di Indonesia sejalan dengan dimulainya operasionalisasi Kopdes/ Kel Merah Putih.
Baca juga: Kemenkop akan Beri Insentif Penghargaan kepada Koperasi yang Sehat
Ia berharap, sinergi tersebut akan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat dari desil terbawah meningkat menuju keluarga sejahtera.
"Kami akan melakukan uji coba program tersebut di beberapa tempat lagi. Ini akan menjadi model bagi pengentasan kemiskinan. Dengan demikian, warga desil satu bisa berkurang dan naik kelas menjadi desil 2 dan seterusnya,” lanjutnya.
Kopdes/Kel Merah Putih, kata Menkop Ferry, bukan hanya tempat penjualan barang bersubsidi dan kebutuhan pokok semata. Program ini akan diposisikan sebagai offtaker dari berbagai produk yang dihasilkan masyarakat di sekitarnya.
Misalnya, melalui bantuan satu set lengkap ayam petelor dari Kemensos bersama Japfa Comfeed Indonesia, KPM Kemensos diharapkan dapat mendistribusikan produknya melalui Kopdes Merah Putih Dukuhrejo.
“Kopdes ini harus menjadi tempat menampung hasil produk masyarakat desa, seperti hasil ternak telur, yang telah dibantu bisa dijual melalui Kopdes. Dengan demikian, peserta koperasi bisa mendapatkan tambahan penghasilan,” kata Menkop Ferry.
Baca juga: Kemenkop Resmikan Command Center, Bisa Pantau Koperasi Se-Indonesia
Menkop Ferry kembali menegaskan bahwa setelah para KPM program Kemensos menjadi anggota Kopdes Merah Putih akan mendapat beragam manfaat, seperti Sisa Hasil Usaha (SHU) dari bisnis proses yang dikelola Kopdes/ Kel Merah Putih.
Dengan begitu, mereka akan kembali mendapatkan tambahan pendapatan di setiap akhir periode secara bertahap.
"Harapannya, mereka akan mendapatkan tambahan pendapatan sisa hasil usahah setelah menjadi anggota Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Insyaallah, dengan menjadi anggota koperasi desa, manfaatnya akan lebih besar,” jelasnya.
Sebagai penutup, Menkop Ferry berpesan kepada Pemkab Purworejo untuk dapat memastikan proses operasionalisasi Kopdes Merah Putih Dukuhrejo berjalan dengan baik dan konsisten.





