Widya Safitri Program Director Suara Surabaya Academy menegaskan, belajar membuat konten tidak cukup hanya memahami teori, tetapi wajib disertai praktik. Sebab, semakin sering seseorang membuat konten, semakin terasah pula kemampuannya.
“Tidak mungkin kita cuma memberi teori tanpa praktik. Memang harus dicoba. Makanya coaching-nya satu per satu, karena kebutuhannya kan beda-beda ya. Permasalahan yang dihadapi waktu mencoba bikin konten dengan AI (kecerdasan buatan) itu juga beda-beda,” ungkap Widya setelah setelah bootcamp “Jago Ngonten with AI” hari kedua, Sabtu (14/2/2026).
Selama kelas berjalan, para mentor menghampiri satu per satu peserta. Mentor menanyakan apa saja kesulitan dan pertanyaan para peserta. Di dalam kelas, peserta juga leluasa menyampaikan pertanyaan seputar editing, termasuk membuat konten dengan AI.
Hari ini Suara Surabaya Academy bootcamp “Jago Ngonten with AI” memberikan materi public speaking, voice over (VO), videography dan editing. Ada juga kelas pemanfaatan AI untuk content creator, sekaligus coaching dan mentoring.
“Macam-macam (pertanyaan dari peserta) sebenarnya. Mulai dari prompting-nya, terus juga bagaimana untuk teknik VO-nya. Jadi materi-materi yang diajarkan memang sama peserta ditanyakan,” katanya.
Aji peserta bootcamp “Jago Ngonten with AI” dari RSUD Haji Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa dirinya sudah mulai membuat skrip. Ia mengaku sudah ada gambaran, termasuk konten apa yang mau dibuat.
“Tinggal nanti eksekusi saja. Diselesaikan nanti malam supaya besok kalau ada kurangnya tinggal menambahkan sedikit-sedikit,” ungkap Aji.
Meski begitu, selama sesi pelatihan Aji merasa kesulitan untuk VO. Meski demikian, ia mengaku bahwa pelatihan ini membantunya meningkatkan kemampuan olah vokal, khususnya untuk membuatkonten.
“Tadi mendapat materi dari Mas Arif Kuswardaya tentang bagaimana caranya biar ngomong tidak terbata-bata,” ungkapnya.
Pada Minggu (15/2/2026) besokm hari terakhir Suara Surabaya Academy bootcamp “Jago Ngonten with AI”, akan ada senam diafragma, lalu sesi coaching, pratik, dan review konten yang dibuat peserta. (lea/saf/faz)




