Jukir Liar Patok Tarif Rp 20.000, Kabur Saat Ditertibkan di GOR Ciracas

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Penertiban parkir liar di kawasan GOR Ciracas, Jakarta Timur, diwarnai aksi kejar-kejaran antara juru parkir (jukir) liar dan petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Sabtu (14/2/2026) pagi.

Praktik parkir di bahu jalan tersebut sempat memicu kemacetan panjang di Jalan Raya Bogor.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @kabarcibubur24jam, sejumlah jukir liar berlarian saat petugas Sudinhub mendatangi lokasi.

Baca juga: Nasib Kakek di Cilincing: Dituduh Jukir Liar, Jadi Pemulung Usai Gadai SK Pensiun Guru

Berdasarkan narasi dalam video, jukir liar mematok tarif parkir sebesar Rp 20.000 per mobil untuk kendaraan yang diparkir di bahu jalan.

"Begini wujud jukir liar di Pinggir Jalan Raya Bogor Depan Gor Ciracas, patok harga Rp20.000 untuk 1 mobil," tulis keterangan akun tersebut.

Sejumlah kendaraan yang parkir di bahu Jalan Raya Bogor, tepat di depan GOR Ciracas, menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan mengular pada Sabtu pagi.

Kepala Seksi Operasi Sudinhub Jakarta Timur, Emiral, mengonfirmasi adanya peristiwa kejar-kejaran tersebut. Namun, ia memastikan tidak ada jukir liar yang berhasil diamankan.

"Nah itu yang yang ribut itu yang lari-lari itu, itu anggota kami tuh, anggota Dishub. Itu ribut sama mereka, videoin dia lari-lari, tidak ada yang ditangkap," kata Emiral saat dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2026).

Emiral menjelaskan, jukir liar melarikan diri saat petugas hendak menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan depan GOR Ciracas.

"Iya diusir-usirin mobil kendaraannya (yang parkir), mau diderek-derekin mereka ada perlawanan gitu," katanya.

Baca juga: Pemilik Warung Bakso Minta Maaf Tuduh Lansia Jukir Liar: Tak Bermaksud Merendahkan

Ia menduga para jukir liar tersebut merupakan warga sekitar yang tergabung dalam satu kelompok.

"Dari jukirnya itu, geng-gengnya itu ada. Harusnya kan kayak gitu kan udah domainnya Satpol PP dan Kepolisian ya harusnya," kata Emiral.

Menurut Emiral, saat kejadian GOR Ciracas tengah menggelar kejuaraan taekwondo. Namun, pihak Sudinhub tidak menerima pemberitahuan atau koordinasi sebelumnya terkait kegiatan tersebut.

"Nah, itu ada event Taekwondo, Tapi kami dari ke dari GOR itu enggak ngasih tau ada event-event kayak gitu ke Sudin itu enggak ada koordinasi," kata Emiral.

"Jadi mereka itu menyelenggarakan event kejuaraan Taekwondo itu kami enggak dilibatkan. Jadi jukir-jukir di situ udah penuh, tapi mereka pihak GOR itu enggak apa namanya enggak menyiapkan (kantong parkir)," tuturnya.

Ia menambahkan, saat kemacetan terjadi akibat parkir di bahu jalan, petugas di lapangan berupaya mengatur lalu lintas dan meminta pengendara memindahkan kendaraannya.

Baca juga: Kisah Pensiunan Guru yang Disangka Jukir, SK Pensiun Diagunkan lalu Ditipu

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kalau derek itu kan ada sudah terlambat tuh. Nah, itu anggota derek itu apa namanya ngatur lalu lintas. Nah, kami mau ngederek-derekin itu udah banyak. Enggak mampu juga kami mau," jelasnya.

Emiral memastikan Sudinhub Jakarta Timur akan kembali menyiagakan personel pada Minggu (15/2/2026) pagi untuk mengantisipasi kemacetan serta praktik parkir liar di sekitar GOR Ciracas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Ingin Tingkatkan Peran Swasta, Yakin Ekonomi Melejit, Rasio Utang Turun
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Ekspedisi Merah Putih Sukses di Gunung Siguniang, KBRI Apresiasi
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Benarkah Tanah Terlantar Bisa Disita Negara? Ini Penjelasan dan Aturannya
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Banjir di Jember Meluas Hingga 23 Desa di 10 Kecamatan
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
BGN Catatkan Rekor Pencairan Dana di Kementerian, Tarik Rp32,1 Triliun untuk MBG di awal 2026
• 16 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.