Penulis: Anto
TVRINews, Banjarmasin
Penguatan karakter, adab, dan ilmu pada masa usia emas anak menjadi perhatian kalangan akademisi di Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Upaya ini dinilai selaras dengan visi pembangunan nasional dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
Pendidik sekaligus dosen ULM, Ratna Purwanti, menegaskan pendidikan pada usia emas tidak boleh hanya berfokus pada aspek kognitif. Nilai karakter perlu menjadi inti pembelajaran dan terintegrasi dalam keseharian anak.
Menurut Ratna, penerapan nilai karakter lokal perlu dimulai dari kepemimpinan sekolah. Kepala sekolah memegang peran strategis dalam menanamkan keteladanan serta membangun budaya positif yang diturunkan kepada guru, peserta didik, hingga masyarakat sekitar. Ketika pemimpin sekolah menunjukkan integritas dan konsistensi nilai, guru akan meneladani, lingkungan sekolah terbentuk positif, dan anak menyerap adab serta akhlak secara alami.
“Nilai karakter lokal, nilai ketauladanan, nilai kolegalitas. Nilai-nilai inilah yang menjadi inti pembelajaran pribadi sebelum mengajarkan kebawahan maupun anak usia dini,” ujar Ratna pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Koordinator Program Studi Administrasi Pendidikan Program Doktor Pascasarjana ULM, Prof. Suriansyah, menambahkan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab mencetak calon pendidik yang tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga dalam karakter dan kepemimpinan. Calon pendidik diharapkan mampu menyeimbangkan adab, ilmu, dan inovasi dalam praktik pembelajaran sebagai bagian dari budaya ketimuran.
“Visi besar kami para mahasiswa S3 diharapkan membuat kebaharuan, sehingga menghasilkan para pemimpin pendidikan yang unggul yang jauh kedepannya akan menaikan kualitas mendidikan,” tambah Suriansyah.
Ia juga mengingatkan filosofi Ki Hajar Dewantara tetap menjadi rujukan pendidikan nasional. Pemimpin pendidikan harus menjadi teladan di depan, sebab pada fase usia dini anak lebih mudah menyerap nilai melalui contoh perilaku. Penguatan karakter sejak usia emas dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi bangsa.
Kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Editor: Redaktur TVRINews





