OTORITAS Pertahanan Sipil di Gaza melaporkan sekitar 8.000 jenazah diperkirakan masih tertimbun di bawah puing-puing bangunan yang hancur di seluruh wilayah tersebut. Angka itu muncul di tengah upaya pencarian dan penyelamatan yang terus dilakukan meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, dalam pernyataan pada Kamis waktu setempat, mengatakan tim di lapangan bekerja dalam kondisi yang sangat berat. Keterbatasan peralatan dan sumber daya membuat banyak area terdampak sulit dijangkau.
“Sekitar 8.000 jenazah masih berada di bawah reruntuhan bangunan yang hancur,” ujar Basal dikutip dari Middle East Monitor.
Baca juga : Korban Tewas di Gaza Capai 72.027 Jiwa, Ratusan Jenazah Dievakuasi Pascagencatan Senjata
Operasi evakuasi menghadapi tantangan besar karena minimnya alat berat dan kemampuan teknis yang memadai. Selain itu, lebih dari 3.000 orang dilaporkan masih hilang.
Ratusan jenazah yang berhasil ditemukan dilaporkan sudah mengalami pembusukan atau kehilangan ciri fisik akibat lamanya waktu tertimbun dan sulitnya proses pengangkatan puing. Kondisi tersebut menyulitkan proses identifikasi korban.
Data dari United Nations Environment Programme (UNEP) menunjukkan skala kehancuran di Gaza sangat masif. Lembaga tersebut memperkirakan wilayah itu tertutup sedikitnya 61 juta ton puing yang menjadikannya kawasan berisiko tinggi.
Baca juga : Di Hadapan Abbas, PM Spanyol Serukan Pengadilan bagi Pelaku Kehancuran Gaza
Sekitar 15% dari total puing tersebut berpotensi terkontaminasi zat berbahaya seperti asbes, limbah industri, atau logam berat apabila tidak dilakukan pemisahan limbah secara tepat sejak awal.
UNEP juga mencatat hampir dua pertiga dari total reruntuhan terbentuk dalam lima bulan pertama perang sedangkan penghancuran bangunan meningkat tajam menjelang kesepakatan gencatan senjata saat ini.
Sejak perjanjian gencatan senjata berlaku pada Oktober lalu, ratusan pelanggaran oleh Israel dilaporkan terjadi. Insiden-insiden tersebut mengakibatkan hampir 600 orang tewas dan lebih dari 1.500 lainnya luka-luka.
Secara keseluruhan, dalam dua tahun terakhir, lebih dari 72.037 orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel. Hampir 90% infrastruktur Gaza hancur. (I-3)





