FAJAR, MAKASSAR – DPW NasDem Sulsel masih menggodok calon pergantian antarwaktu (PAW) Rusdi Masse Mappasessu (RMS) yang mundur dari NasDem dan DPR RI. Siapa kandidatnya?
Yang pasti nama Putri Dakka dan Andi Aslam Patonangi dicoret dari daftar. Kini, tersisa tiga nama yang tengah digodok secara intensif untuk melenggang ke Senayan.
Ketua DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan koordinasi dengan DPP NasDem.
Fokus utama partai saat ini adalah mencari figur pengganti yang tidak hanya memiliki dasar konstitusional kuat dari Pileg 2024 Dapil 3 Sulsel, tetapi juga memiliki loyalitas yang tak tergoyahkan terhadap partai.
“Terkait pengganti kakak RMS di Dapil 3, saya sudah berkoordinasi dengan DPP dua pekan lalu. Saat ini kami tinggal menunggu hasil final dari rapat konsolidasi,” ujar Syaharuddin saat ditemui di Hotel Claro Makassar, Jumat (13/2).
Secara regulasi, merujuk pada UU Pemilu dan PKPU, kursi PAW seharusnya jatuh kepada peraih suara terbanyak berikutnya di dapil yang sama. Namun, NasDem menerapkan standar ganda yang ketat: konstitusi dan loyalitas.
Syaharuddin menekankan bahwa rekam jejak dan keaktifan kader menjadi parameter krusial. Partai tidak ingin memberikan mandat kepada sosok yang di kemudian hari berpotensi “berpaling” atau tidak sejalan dengan garis perjuangan partai.
“Kami melihat sisi konstitusional sekaligus loyalitasnya. NasDem sangat menjaga hal ini. Jangan sampai setelah diberi tempat, justru memiliki pemikiran yang melenceng di kemudian hari,” tegas Syahar.
Alasan Pencoretan Putri Dakka dan Andi Aslam
Berdasarkan hasil Pileg 2024 di Dapil 3 Sulsel, NasDem sukses mengamankan dua kursi dengan total 389.947 suara. Kursi pertama diraih RMS (161.301 suara) dan kursi kedua oleh Eva Stevany (73.910 suara).
Putri Dakka, yang berada di posisi ketiga dengan 53.700 suara, dinyatakan gugur dalam bursa PAW.
Alasan utamanya adalah langkah politik Putri yang dianggap membelot dengan maju sebagai calon Wali Kota Palopo melalui PDI Perjuangan.
Sementara itu, kandidat urutan keempat, Andi Aslam Patonangi (43.580 suara), juga dipastikan tidak masuk hitungan. Pasalnya telah resmi mengajukan surat pengunduran diri dari partai.
Siapa Paling Berpeluang?
Dengan gugurnya nama-nama di atas, radar NasDem kini mengarah pada tiga kandidat berikutnya:
Hayarna Hakim (29.162 suara)
M. Judas Amir (12.669 suara)
Nicodemus Biringkanae (4.908 suara)
Ketiga nama ini akan dibahas dalam rapat konsolidasi internal DPW untuk kemudian dilaporkan kembali ke DPP guna penetapan final bulan ini.
Meski Hayarna Hakim berada di urutan suara berikutnya, posisinya mendapatkan catatan kritis dari internal partai.
Wakil Ketua Bidang OKK DPW NasDem Sulsel, Tobo Haeruddin, menyoroti adanya isu perpindahan haluan anggota keluarga Hayarna ke partai lain (PSI).
“Ibu Hayarna memiliki catatan keluarga yang pindah ke PSI, yang berdampak pada struktur kepengurusan di Luwu,” ungkap Tobo.
Sebaliknya, Tobo memberikan sinyal positif bagi M. Judas Amir. Mantan Wali Kota Palopo tersebut dinilai sebagai sosok paling “steril” dan loyal. Judas dianggap telah membuktikan dedikasinya dengan memenangkan NasDem dua kali di Palopo.
“Jika bicara kontribusi dan loyalitas, Judas sangat bersyarat. Beliau konsisten membesarkan partai,” tambah Tobo.
Keputusan akhir kini berada di tangan DPP NasDem berdasarkan rekomendasi DPW. Setelah nama final ditetapkan, proses administrasi akan segera dilanjutkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk pelantikan resmi. (*)





