Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meresmikan SDGs Corner di Museum Bahari Jakarta, Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu, 14 Februari 2026.
Peresmian tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok, Kepala Biro Kerja Sama Daerah DKI Jakarta Marulina Dewi, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Rano menjelaskan, SDGs Corner merupakan ruang edukasi inklusif yang menghadirkan isu dan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), sekaligus mengangkat kisah kehidupan laut dan masyarakat pesisir Indonesia.
Menurutnya, ruang belajar kolaboratif ini terwujud melalui sinergi antara Museum Bahari Jakarta dan United Nations (UN). Inisiatif tersebut bertujuan mengajak masyarakat memahami masa depan pembangunan Indonesia melalui perspektif maritim.
“SDGs Corner menghadirkan tujuan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari keseharian masyarakat maritim yang menjadi identitas Indonesia selama berabad-abad,” ujar Rano dalam keterangan tertulis, Minggu, 15 Februari 2026.
Ia menambahkan, kehadiran ruang ini membuat pengunjung tidak hanya mempelajari sejarah kejayaan maritim, tetapi juga memahami tantangan pembangunan ke depan. SDGs Corner diharapkan menjadi ruang diskusi yang mampu melahirkan gagasan dan solusi dari tingkat akar rumput.
Rano mencontohkan, Jakarta akan menjadi kota yang lebih nyaman apabila target 30 persen ruang terbuka hijau tercapai. Saat ini, capaian tersebut masih sekitar 5 persen. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan pembenahan, termasuk revitalisasi tiga taman bersejarah.
Melalui SDGs Corner, pengunjung juga diajak memahami keterkaitan antara kehidupan nelayan, keanekaragaman hayati, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, hingga dampak perubahan iklim.
Selain itu, Museum Bahari mengusung prinsip inklusivitas dengan menyediakan ruang partisipasi setara bagi penyandang disabilitas, sehingga proses pembelajaran dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
Rano mengingatkan bahwa Jakarta sebagai kota pesisir dan salah satu kota tertua di Indonesia memiliki keterikatan kuat dengan laut dan pelabuhan. Namun, kota ini juga menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, kenaikan permukaan air laut, banjir rob, hingga ketahanan sosial masyarakat pesisir.
“Tantangan tersebut menuntut pembangunan Jakarta yang berkelanjutan dan berkeadilan, sejalan dengan semangat SDGs serta peran Jakarta sebagai kota global,”jelasnya.
Sementara itu, Direktur Musee ID, Nova Farida Lestari, menyebut peluncuran SDGs Corner di Museum Bahari sebagai yang pertama di Indonesia. Menurutnya, langkah ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jakarta dan dunia permuseuman.
“Ini membuktikan bahwa museum bukan sekadar penjaga warisan masa lalu, tetapi juga ruang edukasi, dialog, dan perubahan sosial,”lanjutnya.
SDGs Corner ini diinisiasi melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan United Nations, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Museum Bahari, serta berbagai mitra lainnya. Kehadirannya diharapkan dapat menginspirasi museum-museum lain di Indonesia maupun dunia untuk turut berperan aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews




