Munich: Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyampaikan bantahan keras terhadap klaim bahwa Eropa sedang mengalami kemunduran dan NATO sudah usang.
Ia menyebut pandangan tersebut sebagai “omong kosong," dalam sebuah seremoni penghormatan untuk Ukraina di Konferensi Keamanan Munich di Jerman, Sabtu, 14 Februari 2026.
Tusk mengatakan perlawanan Ukraina terhadap agresi Rusia merupakan ujian moral yang menentukan bagi Eropa dan Barat.
“Saya mendengar pendapat bahwa Eropa berada di ambang kehancuran, bahwa NATO sudah usang, bahwa waktunya telah tiba untuk kebijakan transaksional dan konser kekuatan besar,” ujar Tusk.
“Omong kosong. Mereka yang berpikir bahwa segalanya bisa dibeli juga harus ingat bahwa, menurut filosofi itu, siapa pun juga bisa dijual," sambungnya, dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 15 Februari 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dalam aliansi transatlantik terkait Ukraina, pembagian beban di NATO, serta masa depan hubungan dengan Moskow. Perdebatan juga kembali menguat mengenai apakah Eropa harus mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas keamanannya sendiri.
Berbicara saat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menerima Penghargaan Ewald von Kleist atas nama Ukraina, Tusk menekankan bahwa tidak ada pengakuan formal yang benar-benar mampu mencerminkan besarnya pengorbanan Ukraina.
“Tidak ada penghargaan yang cukup. Bahkan Hadiah Nobel pun tidak akan memadai,” katanya, seraya menambahkan bahwa negara-negara Eropa lainnya seharusnya berterima kasih kepada Ukraina. Perang Ukraina Tusk menolak argumen bahwa perang di Ukraina dapat dihindari atau merupakan hasil provokasi Barat. “Perang ini bukan pilihan Ukraina atau Presiden Zelenskyy,” ujarnya. “Pilihan mereka adalah membela diri.”
Ia juga memperingatkan terhadap pandangan politik internasional yang didasarkan pada kesepakatan antar kekuatan besar dengan mengorbankan negara-negara kecil. Menurutnya, pandangan semacam itu merusak fondasi moral tatanan Barat pascaperang.
“Barat yang bersatu adalah pencapaian politik terbaik dalam sejarah manusia,” kata Tusk, seraya memperingatkan bahwa nilai-nilai tersebut terancam bukan hanya oleh agresi eksternal, tetapi juga oleh sikap puas diri dan sinisme dari dalam.
Tusk membingkai perlawanan Ukraina sebagai pengingat atas prinsip-prinsip yang selama ini dianggap remeh oleh Barat. “Anda tahu betapa mengerikannya realitas tanpa prinsip,” katanya. “Ini adalah pelajaran Ukraina bagi kita semua. Hidup Ukraina yang bebas dan merdeka.”
“Hidup Eropa yang kuat dan bersatu,” tambahnya.
Baca juga: PM Inggris Keir Starmer Serukan 'NATO yang Lebih Eropa' di Konferensi Munich




