Ada Fenomena Rojali dan Rohana, Pengelola Mal Pede Transaksi Naik 15 Persen di Ramadan

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pengelola mal pptimistis transaksi meningkat pada Ramadan dan Idulfitri 2026. Meskipun, sebelumnya terdapat fenomena Rojali dan Rohana.

Ada Fenomena Rojali dan Rohana, Pengelola Mal Pede Transaksi Naik 15 Persen di Ramadan. (Foto: Tangguh Yudha/iNews Media Group)

IDXChannel - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) tetap optimistis transaksi meningkat pada momentum Ramadan dan Idulfitri 2026. Meskipun, sebelumnya terdapat fenomena Rombongan Jarang Beli (Rojali) dan Rombongan Hanya Nanya (Rohana) di masyarakat.

Ketua Bidang Program Promosi DPP APPBI, Agung Gunawan, menjelaskan fenomena Rojali dan Rohana sejatinya sudah lama ada dan sebelumnya dikenal dengan istilah window shopping.

Baca Juga:
Stabilkan Harga Pangan, 500 Pasar Murah Siap Digelar di Jakarta Selama Ramadan

Dia mengatakan bahwa tidak semua pengunjung mal datang dengan tujuan berbelanja, ada yang memanfaatkan pusat perbelanjaan sebagai tempat bertemu atau sekadar makan dan minum.

"Sebetulnya kalau kita melihat kata Rojali, Rohana, itu dari dulu juga sudah ada.  Jadi buat kami fenomena Rojali, Rohana itu tidak terlalu signifikan karena pembelanjaan di mal itu masih tetap ada," ujar Agung saat dijumpai di Kota Kasablanka pada Jumat (13/2/2026).

Baca Juga:
Bapanas Sebut Stok Seluruh Pangan Pokok Lebih dari Cukup untuk Ramadan dan Idulfitri

APPBI justru optimistis menyambut momentum Ramadan dan Lebaran 2026. Asosiasi menargetkan peningkatan transaksi di pusat perbelanjaan sebesar 10-15 persen dibandingkan bulan biasa.

Agung menjelaskan, selama Ramadan pola konsumsi masyarakat cenderung meningkat, terutama di sektor makanan dan minuman.

Baca Juga:
Pemerintah dan Hippindo Gelar BINA Lebaran 2026, Targetkan Transaksi hingga Rp50 Triliun

Dia mengatakan, jika pada bulan biasa masyarakat umumnya melakukan satu kali makan siang dan satu kali makan malam di luar rumah, selama Ramadan aktivitas berbuka puasa bersama mendorong frekuensi kunjungan dan transaksi.

"Karena pertimbangannya kalau bulan biasa itu kan kita cuma 1 kali lunch, 1 kali dinner. Kalau bulan Ramadan, 1 kali lunch, 2 kali dinner. Karena biasanya yang buka puasa bersama itu banyak banget,” ujar Agung.

“Jadi otomatis kenaikan transaksi itu terdorong. Plus ada program seperti Midnight Sale dan THR. Jadi 10-15 persen itu pasti, more or less seluruh mal di Indonesia pasti tercapai," tambahnya.

Dari sisi trafik pengunjung, APPBI memperkirakan kenaikan hingga 20 persen selama bulan puasa. Peningkatan tersebut dinilai wajar mengingat pusat perbelanjaan menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk berbuka puasa bersama maupun bersantai menjelang waktu berbuka.

"Trafik itu biasanya bulan puasa naik 20 persen seperti itu. Karena mungkin banyak orang-orang yang kayak buka puasa bersama, seperti itu kan sudah hal yang lazimlah," tutur Agung.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KM Cahaya Intan Celebes Tenggelam di Teluk Bone, Puluhan Penumpang Mengambang di Lautan
• 22 jam laludisway.id
thumb
Khofifah canangkan bebas sampah plastik di sekolah se-Jatim
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Terkait OTT Bea Cukai, KPK: Memungkinan Barang Terindikasi Palsu dan Ilegal Otomatis Lolos Pemeriksaan
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
20 Terminal Tujuan Mudik Gratis 2026, Catat Tanggal Pendaftarannya
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Walhi: Jangan Sampai Pencabutan Izin di Sumatra Hanya Ganti Pemegang Konsesi
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.