Animator dan sutradara Indonesia, Ryan Adriandhy, akan kembali merilis film drama keluarga bertajuk Na Willa. Film ini menjadi debut live action bagi Ryan, setelah menyutradarai film animasi Jumbo yang rilis pada Maret 2025 lalu.
Ryan menyebut Na Willa sebagai evolusi dari proyek sebelumnya. Meski pendekatannya berbeda, ia merasa ada benang merah dalam proses kreatifnya.
“Ini adalah evolusi dari semua yang aku kerjain di Jumbo. Cara membuatnya beda, tapi hal terbesar yang aku pelajari dari kedua film ini adalah dalam bercerita aku harus menangkap ketulusan dan imajinasi anak-anak,” ujar Ryan Adriandhy saat konferensi pers peluncuran trailer dan poster Na Willa di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/2).
Ia juga mengakui pengalaman menyutradarai film live action ini berbeda jauh dibanding animasi.
“Kalau animasi itu aku bikin per frame di komputer, bisa aku atur semua. Tapi kalau live action, aku harus berkolaborasi dengan mereka yang benar-benar ada di ruangan, di lokasi asli,” kata Ryan.
Na Willa dibintangi empat aktor cilik, mulai dari Luisa Adreena sebagai Na Willa, Freya Mikhayla sebagai Farida, Azamy Syauqi sebagai Dul, dan Arsenio Rafisqy sebagai Bud. Pria berusia 35 tahun itu juga mengaku mendapat pengalaman unik saat bekerja dengan para aktor Gen Alpha.
“Waktu pra-produksi aku bilang ke Syauqi sebagai Dul, ‘Nanti kamu akan main kelereng.’ Terus dia diam dan tanya, ‘Kelereng apa, Om?’ Wah, jauh sekali kita ya,” ucap Ryan sambil tertawa.
Selama proses syuting, ia juga banyak menyesuaikan diri dengan energi para aktor cilik tersebut.
“Di live action aku harus bersinergi dengan apa pun yang terjadi di lokasi. Tapi intinya tetap tentang menjadi anak-anak,” tambahnya.
Film produksi Visinema Studios ini diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo. Na Willa berkisah tentang Na Willa (Luisa Adreena), gadis enam tahun yang penuh imajinasi dan meyakini gang kecil tempat tinggalnya sebagai dunia yang penuh keajaiban.
Film ini juga menghadirkan original soundtrack berjudul “Sikilku Iso Muni” yang diciptakan Laleilmanino. Ryan merasa kolaborasi kembali dengan trio Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim, dan Anindyo Baskoro tersebut sangat tepat sejak pertama kali ia membaca novelnya.
“Kami ingin mencari musik yang jadi bagian dari nyawa ceritanya. Ada satu jantung cerita yang sayang kalau tidak dialihwahanakan ke audio visual. Dan menurutku, yang paling tepat adalah Laleilmanino,” pungkasnya.
Na Willa dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada momen Lebaran 2026.





