Dua kelompok pemuda terlibat bentrok di pusat Kota Ambon, Maluku, Minggu (15/2) sekitar pukul 06.00 WIT. Mereka saling serang di Jalan Sam Ratulangi, tepatnya di kawasan pusat perbelanjaan Ambon Plaza (Amplaz).
Kelompok yang terlibat bentrok ialah pemuda Bataso dari kawasan Lapangan Merdeka dan pemuda dari kawasan Amplaz. Massa saling lempar batu, bahkan ada yang membawa senjata tajam berupa parang.
Akibat bentrokan tersebut, beberapa orang dilaporkan mengalami luka akibat lemparan batu. Massa membubarkan diri setelah polisi datang ke lokasi dan melepaskan tembakan peringatan serta gas air mata.
Bentrokan ini mengganggu aktivitas warga maupun pedagang di sekitar lokasi. Mereka khawatir menjadi korban.
“Saya di pertigaan tadi, panik. Mau cari penumpang pakai becak juga tidak bisa. Banyak orang dari atas dan dari bawah yang saling serang. Katanya sudah aman, tapi kita juga belum tahu benar-benar aman atau belum,” ujar Jemi, salah seorang saksi mata di lokasi.
Pedagang di sekitar lokasi, Rizal, mengaku terlambat membuka lapak akibat insiden tersebut.
“Saya tidak lihat langsung kejadiannya. Saya datang jam sembilan, sementara kejadiannya sekitar jam enam. Jadi terlambat buka jualan. Jam sepuluh sudah tidak ada apa-apa lagi, cuma batu-batu saja berserakan di jalan,” katanya.
Belum diketahui secara pasti penyebab bentrokan. Namun, kericuhan ini diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bentrokan bermula saat sekelompok pemuda Bataso dari kawasan Lapangan Merdeka mendatangi kawasan Amplaz, hingga memicu keributan. Aksi tersebut kemudian dibalas dengan lemparan batu hingga bentrokan tak terhindarkan.
Siang ini kondisi di lokasi kejadian berangsur kondusif. Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, polisi dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease menyiagakan puluhan personel di sekitar tempat kejadian serta melakukan patroli.
Aparat juga memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi bentrokan tersebut guna mencegah terjadinya eskalasi konflik di wilayah pusat Kota Ambon.





