Indonesia Bakal Kirim Pasukan ke Gaza di Bawah BoP, Hasto: Tradisinya Melalui PBB

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut Indonesia sebenarnya memiliki tradisi untuk mengirim pasukan perdamaian melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hal demikian dikatakan Hasto demi menanggapi pertanyaan awak media soal rencana Indonesia mengirim pasukan International Stabilization Force (ISF) di bawah kendali Board of Peace (BoP) ke Gaza, Palestina. 

BACA JUGA: Hasto: Bagi PDIP, Koalisi Permanen Itu Dengan Rakyat

"Ya, dalam tradisi kita pengiriman pasukan, sejak dahulu pasukan perdamaian itu, kan, selalu melalui PBB," kata dia di kompleks GBK, Jakarta, Minggu (15/2).

Menurutnya, pengiriman pasukan perdamaian melalui PBB sebenarnya jalur resmi internasional untuk mewujudkan keadilan dunia.

BACA JUGA: Soekarno Run 2026: Didampingi Cucu Megawati, Hasto Tinjau Hasil Produk Kreatif

"Itulah lembaga yang memang dibentuk untuk mengatur sistem internasional agar lebih berkeadilan, agar setiap bangsa punya kedudukan setara, dan juga agar Pancasila itu diterima sebagai bagian dari Piagam PBB," kata alumnus Universitas Pertahanan itu.

Hasto mengatakan Indonesia bisa menggalang kekuatan negara-negara Asia-Afrika dan Amerika Latin ketika terjadi kebuntuan mengirim pasukan perdamaian melalui PBB. 

BACA JUGA: Prabowo Bilang Ada Pihak yang Memolitisasi Bencana, Hasto: Bukan PDIP

"Kita harus menggalang bangsa-bangsa Asia-Afrika-Amerika Latin yang merupakan kekuatan mayoritas yang ada di PBB, bukan membentuk suatu badan baru yang di luar mekanisme PBB. Itu yang diharapkan oleh PDI Perjuangan," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyampaikan bahwa Indonesia tengah mempersiapkan untuk mengirim pasukan keamanan ke Gaza, Palestina, melalui International Stabilization Force (ISF). 

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut jumlahnya sekitar 8.000 tentara TNI akan dikirim ke Gaza dalam misi kemanusiaan ISF.

ISF merupakan wujud dari resolusi Dewan Keamanan PBB pada 17 November 2025 yang diajukan Amerika Serikat. 

Resolusi tersebut memberi wewenang kepada negara anggota PBB dan Board of Peace (BoP) untuk membentuk ISF sementara di Gaza di bawah komando terpadu.

Resolusi itu juga mengatur Israel akan menarik pasukannya begitu ISF mengambil kendali penuh terhadap Gaza. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hasto Kristiyanto: PDIP Beri Masukan Konstruktif Atasi Tekanan Eksternal


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Singgung Soal Amanat Reformasi, PIP Indonesia Tegas: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Dari Usia 7 Tahun Menuju Juara Dunia, Livia Iriana Perkuat Fondasi Finswimming Indonesia
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
OTT di Ditjen Bea Cukai, KPK Ungkap Cara 'Main' Loloskan Barang dari Pemeriksaan
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Polri Kantongi Identitas Bandar Narkoba yang Libatkan Eks Kapolres Bima
• 45 menit laluokezone.com
thumb
Sambut Imlek 2026, Kelenteng Kong Fuk Miau Mulai Pasang Lampion dan Hiasan Merah
• 21 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.