EtIndonesia. Penjara Wanita Provinsi Liaoning dilaporkan melakukan pengambilan darah secara kolektif terhadap para tahanan dalam kondisi yang tidak lazim. Bahkan, ada mantan narapidana yang menghilang secara misterius tak lama setelah dibebaskan.
Menurut laporan dari situs Minghui, seorang praktisi Falun Gong yang sebelumnya ditahan secara ilegal di Blok 12 Penjara Wanita Provinsi Liaoning mengungkapkan bahwa selama berada di dalam penjara, ia beberapa kali mengalami pengambilan darah massal yang tidak biasa. Pihak penjara tidak pernah menjelaskan tujuan dari tindakan tersebut.
Pada akhir Maret 2023, praktisi tersebut dipindahkan secara paksa dari Dalian ke Penjara Wanita Pertama Provinsi Liaoning yang berlokasi di Shenyang. Sebelum resmi masuk penjara, ia bersama sejumlah tahanan lain dibawa ke rumah sakit penjara yang berada di luar kompleks utama untuk menjalani pemeriksaan kesehatan yang sangat rinci, termasuk pengambilan darah vena.
Setelah hampir seratus orang menyelesaikan pemeriksaan, seorang praktisi Falun Gong muda dipanggil kembali secara terpisah ke ruang pengambilan darah dan kembali diambil darahnya secara khusus.
Kurang dari setengah bulan setelah masuk penjara, seluruh praktisi Falun Gong dipisahkan dan dipindahkan ke Blok 12. Blok ini disebut sebagai fasilitas khusus di Penjara Wanita Liaoning yang digunakan untuk menjalankan program “transformasi” paksa terhadap praktisi Falun Gong melalui pencucian otak secara sistematis. Di sana, para praktisi dilaporkan mengalami berbagai bentuk penyiksaan dengan tujuan memaksa mereka melepaskan keyakinan.
Tak lama kemudian, sekitar akhir April atau awal Mei 2023, seluruh praktisi Falun Gong yang ditahan di Blok 12 kembali menjalani pengambilan darah secara kolektif. Masing-masing diambil dua tabung darah vena, masing-masing sebanyak 5 mililiter. Tidak ada pemeriksaan lain yang dilakukan, dan tidak pernah ada penjelasan maupun hasil lanjutan yang diberikan kepada para tahanan.
Pada paruh kedua tahun yang sama, seorang praktisi Falun Gong asal Dalian dibebaskan dari Blok 12 dan kembali ke rumah. Namun, kurang dari enam bulan setelah dibebaskan, ia tiba-tiba menghilang secara misterius. Hingga kini, hampir dua tahun telah berlalu dan tidak ada kabar mengenai keberadaannya.
Falun Dafa, juga dikenal sebagai Falun Gong, adalah sebuah latihan spiritual yang mencakup latihan meditasi serta ajaran yang didasarkan pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Latihan ini menjadi sangat populer setelah diperkenalkan kepada publik di Tiongkok pada tahun 1992. Pada tahun 1999, setidaknya 70 juta orang telah mulai mempraktikkannya di negara tersebut, menurut perkiraan resmi pada waktu itu.
Partai Komunis Tiongkok (PKT), yang memandang popularitas latihan damai tersebut sebagai ancaman terhadap kekuasaannya, melancarkan penganiayaan kekerasan terhadap para praktisi Falun Gong pada Juli 1999. Meskipun penganiayaan tersebut masih berlangsung dan sering kali meluas hingga ke luar negeri, orang-orang di lebih dari 100 negara telah mempelajari latihan ini. (jhon)
Sumber : NTDTV.com





