KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) bersama para pemimpin redaksi (pemred) media massa nasional melakukan peninjauan proses penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Integrated Terminal Jakarta (ITJ) Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (13/2/2026).
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menegaskan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen keterbukaan perusahaan dalam memastikan kualitas BBM sebelum diterima konsumen, termasuk melalui peran media massa.
“Kami mengajak para pemimpin redaksi untuk melihat langsung bagaimana Pertamina memastikan produk BBM yang diterima masyarakat di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) telah melalui tahapan pemeriksaan yang sangat ketat dan diawasi oleh seluruh tim di ITJ,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (15/2/2026).
Sementara itu, Integrated Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Jawa Bagian Barat I Nyoman Adi Pradana menjelaskan, Terminal ITJ Plumpang terdiri atas tiga fasilitas penyimpanan dengan kapasitas total hingga 300 ribu kiloliter (kL).
Dengan kapasitas tersebut, ITJ Plumpang memegang peran strategis dalam distribusi BBM nasional. Terminal ini menyalurkan BBM ke lebih dari 120 lembaga penyalur dan berkontribusi sekitar 20 persen terhadap total distribusi BBM nasional.
“Peran ITJ Plumpang sangat penting bagi ketahanan energi masyarakat. Dari terminal ini, distribusi BBM disalurkan untuk memenuhi kebutuhan Jakarta dan wilayah sekitarnya,” ucap Nyoman.
Baca juga: BPH Migas Cek SPBU Terdampak Banjir di Aceh Tamiang, Pastikan Kualitas dan Stok BBM Aman
Gunakan teknologi uji mutu standar internasionalUntuk menjaga standar mutu, Laboratorium BBM Pertamina Patra Niaga di ITJ Plumpang menerapkan teknologi cooperative fuel research (CFR) engine.
CFR engine merupakan mesin pengujian sesuai standar ASTM D-6299 yang digunakan untuk mengukur kualitas bahan bakar, khususnya dalam menentukan nilai Research Octane Number (RON).
Mesin tersebut bekerja dengan menguji ketahanan bahan bakar terhadap knocking (detonasi) melalui simulasi proses pembakaran dalam kondisi terkontrol.
Melalui peninjauan tersebut, Pertamina berharap masyarakat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai operasional terminal sekaligus memperkuat sinergi dengan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi akurat.
Sebagai perusahaan yang berperan dalam transisi energi, Pertamina juga menegaskan komitmennya mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 serta mendorong program yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Baca juga: Bappenas Apresiasi Program Smartani sebagai Praktik Baik Mendukung SDGs
Seluruh upaya tersebut dijalankan melalui transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan lingkungan dengan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi perusahaan, serta berkoordinasi dengan Danantara Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




