Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Rocky Gerung mengenang perannya membantu Prabowo Subianto menghadapi serangan Jokowi pada Debat Capres 2019.
  • Rocky menyarankan Prabowo membalas serangan Jokowi menggunakan buku Fukuyama, namun saran itu ditolak.
  • Prabowo menolak usulan Rocky karena dianggap tidak sopan dan berpotensi menghina Jokowi di panggung debat.

Suara.com - Akademisi Rocky Gerung mengenang kontribusinya kala membantu Prabowo Subianto yang berhadapan dengan Joko Widodo (Jokowi) saat debat Calon Presiden (Capres) 2019.

Hal itu bermula ketika Prabowo kerap dicecar Jokowi lewat istilah baru seperti unicorn hingga Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Saat itu Prabowo dianggapnya telah dijebak oleh Tim Sukses (Timses) Jokowi.

Rocky Gerung kemudian diminta oleh dua orang Timses Prabowo kala itu, Titiek Soeharto yang juga mantan istri Prabowo Subianto, hingga Sudirman Said untuk melakukan serangan balik ke Jokowi.

Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan seusai mengikuti debat capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

"Apakah Prabowo sebagai calon presiden waktu itu, bisa melakukan counter attack pada presiden Jokowi? Karena dua kali Presiden Jokowi mem-bully Prabowo dengan dua istilah yang memang tidak bisa dijawab Prabowo waktu itu kan?" kenang Rocky Gerung saat peluncuran buku 'Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung' di Parle Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026).

"Jadi memang saya pikir Prabowo waktu itu dijebak oleh timsesnya Jokowi. Sehingga Prabowo kelihatan seperti tak paham apa-apa di panggung. Dia kalah dua kali di dalam debat itu," lanjutnya.

Setelah mendapatkan permintaan itu, Rocky Gerung kemudian menemui Prabowo di kediamannya yang berada di Kertanegara. Akademisi asal Universitas Indonesia (UI) itu lalu menyarankan Prabowo untuk menggunakan buku Francis Fukuyama berjudul The Great Disruption.

Rocky beralasan kalau buku itu membahas soal arah negara hingga politik global. Menurutnya, Jokowi yang saat itu Presiden Petahana mesti mengetahui apa isi buku tersebut.

"Bawa buku itu di atas panggung. Ketika bapak diminta untuk presentasi, angkat buku itu. Bilang begini, 'Pak Jokowi, buku ini, buku Disruption dari Francis Fukuyama, dibaca oleh semua presiden dunia dan calon presiden. Terus pak Prabowo tanya saja, 'Bagian mana yang menarik Bagi Pak Jokowi?'," ungkapnya.

Namun Prabowo menolak usulan tersebut. Presiden RI ke-8 itu menilai saran Rocky tidak sopan karena seolah menghina Jokowi di atas panggung.

Baca Juga: Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik

"Presiden Prabowo memang punya semacam sense of keperwiraan itu. Dia tidak ingin menghina Presiden Jokowi di atas panggung," jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Peristiwa Ini Ungkap Betapa Rasulullah SAW Muliakan Para Ahli Alquran
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jadwal Bali United vs Persija di Super League, Serdadu Tridatu Siapkan Pesta HUT ke-11
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Pelatih Bhayangkara sudah baca situasi Persebaya
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Menkomdigi: Publisher Rights Jadi Langkah Pemerintah Jaga Jurnalisme Berkualitas
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Menakar Dividen Jumbo dari Unilever (UNVR) usai Lepas Bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.