BEKASI, KOMPAS.com – Seorang warga Jakarta Utara bernama Edo (50) berharap agar pemerintah melakukan pengurukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara, yang kerap terendam banjir.
"Buat kami yang keluarganya dimakamkan di sini, berharap sekali kuburan ini bisa diuruk, dibikin tinggi lagi," ujar Edo saat ditemui Kompas.com di TPU Semper, Minggu (15/2/2026).
Selain pengurukan makam, Edo juga meminta pemerintah memperbaiki akses jalan di sekitar TPU Semper agar memudahkan para peziarah.
Baca juga: Pelaku Tawuran di Depok Selama Ramadhan Akan Dibina lewat Pesantren Kilat
"Harapannya kepada pihak pemerintah, supaya akses disini bisa diperlebar lagi dan aksesnya juga dibikin dua pintu masuk," ujar Edo.
Meski kondisi sejumlah makam di TPU Semper terendam banjir, serta akses jalan licin dan berlumpur, hal ini tidak mengurungkan niat Edo untuk berziarah ke makam sanak saudaranya.
Edo datang bersama keluarganya sekitar pukul 14.00 WIB. Ia mengaku rutin berziarah, terutama menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
"Kalau saya biasanya sama keluarga enggak tentu ya. Kadang bisa sebulan sekali. Tapi yang jelas kalau mau puasa ini kita berziarah, begitupun nanti mau Lebaran berziarah lagi," kata Edo.
Bagi Edo, ziarah kubur bukan sekadar membaca doa, surah yasin, dan menabur bunga. Ia memaknai ziarah sebagai pengingat bahwa setiap makhluk hidup pada akhirnya akan kembali kepada Tuhan.
"Buat saya makna ziarah kubur ini sebagai pengingat kepada leluhur yang sudah mendahului kita. Bahwasanya kita yang hidup saat ini akan mengikuti jejak mereka yang sudah tiada," katanya.
Ia menambahkan, meskipun telah berbeda alam, keluarga yang telah meninggal tetap membutuhkan doa dari mereka yang masih hidup.
Baca juga: Pramono Dorong Kaum Betawi Gunakan Monas untuk Berbagai Kegiatan, Bukan Hanya Pihak Lain
"Meskipun mereka sudah beda alam dengan kita, tetapi secara agama juga mereka membutuhkan kehadiran kita untuk melantunkan doa-doa," ujarnya.
Edo juga mengapresiasi upaya pengelola makam yang dinilai telah berusaha meminimalisir banjir dengan membangun turap di sejumlah titik.
"Mudah-mudahan blok makam disini semuanya dipasang turap atau pembangunan baru. Harapan kami pemerintah punya perhatian juga untuk pemakaman ini," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana TPU Zona 4 Semper, Sukino, menjelaskan banjir yang merendam sebagian blok makam disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya limpasan Kali Begog.
"Pertama limpasan Kali Begog yang ketika sudah terkurung airnya enggak bisa balik lagi karena datarannya lebih rendah. Tapi enggak semua, paling dari blad 30 sampai blad 50," ujar Sukino.





