TABLOIDBINTANG.COM - Harry Styles bicara mengenai masa transisi setelah tak lagi tergabung dalam One Direction dan perasaan kesepian yang datang secara “tiba-tiba” usai bubarnya band tersebut.
Dalam percakapan bersama sahabat sekaligus stylist-nya, Harry Lambert, yang dipublikasikan oleh The Sunday Times pada 14 Februari, Styles membahas perjalanan kariernya setelah era One Direction berakhir.
“Ketika kamu berada di sebuah band bersama empat orang lainnya, ada begitu banyak ruang untuk bersembunyi,” ujarnya. “Selalu ada batas beban yang harus kamu tanggung sendiri. Beberapa kali pertama tampil di atas panggung (tanpa One Direction), saya sempat berpikir, ‘Apa yang harus saya lakukan dengan tangan saya?’”
Pelantun lagu "As It Was" itu mengaku, di balik peluang besar yang datang sebagai solois, ia juga merasakan kesendirian yang mendadak. “Saya beruntung mendapat kesempatan ketika orang-orang tertarik dengan karya yang akan saya buat, tetapi saya memberi tekanan besar pada diri sendiri, ingin semuanya terasa tepat,” lanjutnya.
Styles juga mengenang perilisan album solo perdananya, Harry Styles, pada 2017. Ia mengatakan bahwa saat itu dirinya masih mencari bentuk musikal yang benar-benar merepresentasikan dirinya sebagai artis solo. “Dengan album pertama itu saya mencoba mengeksplorasi musik seperti apa yang akan saya buat sendiri. Namun di saat yang sama, saya merasa banyak orang menaruh kepercayaan pada saya dan saya tidak ingin mengecewakan mereka,” tuturnya.
Kini, bintang pop asal Inggris tersebut tengah bersiap merilis album studio keempatnya bertajuk Kiss All the Time. Disco, Occasionally, yang dijadwalkan meluncur pada 6 Maret.
Selain itu, Styles juga akan kembali menjalani tur tahun ini melalui rangkaian residensi global yang dimulai pada Mei dan dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026.




