Miris! Kasat Narkoba hingga Kapolres Bima Kota Terseret Kasus Sabu, Polri Akui Citranya Tercoreng

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, mengakui bahwa kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang melibatkan anggota Polri lain di wilayah Nusa Tenggara Barat, telah menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Apalagi kasus ini melibatkan Kasat Narkoba, Kapolres dan jajaran lain di tubuh kepolisian yang sejatinya membasmi peredaran narkoba bukan malah turut ambil andil dalam praktik predaran narkoba.

BACA JUGA:Tembok SMPN 182 Pancoran Ambruk, Beruntung Tak Ada Korban Jiwa

BACA JUGA:Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Hambalang Jelang Hasil Perundingan Tarif AS

"Kami menyadari bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama bagi Polri dalam melaksanakan tugas, sehingga setiap tindakan yang berpotensi merusak kredibilitas institusi Polri harus ditindak secara tegas dan proporsional," ujarnya dalam konferesensi pers, di Mabes Polri, Minggu, 15 Febuari 2026.

Dalam konteks ini, kata Dia, Bareskrim Polri telah mengambil langkah penegakan hukum terhadap oknum anggota Polri beserta keluarganya yang terlibat dalam peredaran gelap narkotika. 

"Hal ini merupakan bukti nyata bahwa tidak ada ruang aman bagi pelaku kejahatan, siapapun mereka," tegasnya.

Ia menambahkan, proses penindakan yang dilakukan tetap berlandaskan pada fakta hukum dan alat bukti yang cukup, dengan melalui mekanisme penyelidikan dan penyidikan yang profesional serta transparan.

BACA JUGA:Perkuat Mitigasi Bencana Nasional, PTPN IV PalmCo dan TNI-Polri Gelar Aksi Sinergi Tanggap Karhutla

"Kami memastikan bahwa seluruh tahapan hukum dilaksanakan dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun tetap berpegang teguh pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku," katanya.

Johnny menegaskan, pihaknya pastikan tidak ada perlakuan istimewa terhadap anggota polisi atau keluarganya. 

"Sekali lagi, pimpinan Polri sudah tegas dan menjamin bahwa tidak ada impunitas bagi personel Polri yang terlibat dalam jaringan narkotika," tegas Dia.

Ia mengaku bahwa Polri telah menerapkan standar pemeriksaan yang lebih ketat guna menjaga marwah institusi. 

BACA JUGA:Luar Biasa! Nilai Ekspor di PLBN Skouw Melonjak, BNPP RI Optimalkan Jadi Gerbang Perdagangan

Dalam konteks ini, ia menegaskan tidak akan mentolerin anggota polisi yang terlibat dalam pengederan narkoba.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AMDAL Blok Masela Terbit, SKK Migas: Groundbreaking Segera Dilakukan
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pembiara Parkir Liar, Cuan Mengalir ke Ormas bukan Daerah
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Hasil Piala FA: Liverpool, Manchester City, dan Chelsea Lolos 16 Besar
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Cuaca Ekstrem Eropa, Pantai dan Pelabuhan Membeku di Polandia
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemerintah Buka Lowongan 96 Guru Sekolah Garuda
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.