Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews-Trenggalek, Jawa Timur
Legislator Komisi VII DPR RI serahkan bantuan gamelan untuk mendorong potensi ekonomi kreatif di Kecamatan Dongko.
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyerahkan satu set perangkat musik gamelan kepada kelompok budaya Turonggo Yakso di Kecamatan Dongko, Trenggalek Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas budaya sekaligus memicu pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Foto: Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini
Bantuan ini terealisasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank BRI Cabang Trenggalek, yang disalurkan atas inisiatif aspirasi Novita.
Kolaborasi antara sektor perbankan dan perwakilan rakyat ini menargetkan pelestarian seni tradisional sebagai fondasi pengembangan masyarakat.
Dalam keterangannya, Novita menekankan bahwa instrumen musik tradisional tersebut merupakan simbol peradaban yang harus dijaga oleh generasi mendatang.
“Gamelan ini bukan sekadar alat musik, melainkan representasi identitas dan sejarah Trenggalek. Saya berharap bantuan ini memotivasi para pelaku seni di Dongko untuk terus berinovasi,” ujar legislator dari Fraksi PDI Perjuangan yang dikutip Minggu 15 Februari 2026.
Pusat Kreativitas Anak Muda
Kecamatan Dongko dikenal sebagai kantong budaya yang produktif, di mana kelompok Turonggo Yakso saat ini membina lebih dari 400 generasi muda.
Kehadiran perangkat gamelan baru diharapkan mampu meningkatkan intensitas latihan serta kualitas pertunjukan seni, khususnya tari Jaranan yang menjadi ikon daerah.
Meski demikian, pengelola kelompok seni menggarisbawahi tantangan infrastruktur yang masih mereka hadapi. Selain kebutuhan alat musik, kondisi fisik bangunan sanggar yang masih menggunakan material bambu menjadi perhatian untuk pengembangan tahap berikutnya.
Integrasi Budaya dan Ekonomi
Novita, yang dikenal vokal dalam pemberdayaan UMKM, melihat potensi ekonomi yang besar di balik aktivitas kesenian.
Menurutnya, sanggar tari tidak hanya berfungsi sebagai tempat latihan, tetapi juga bisa bertransformasi menjadi pusat produksi ornamen Jaranan dan kerajinan budaya lainnya.
“Budaya harus mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Sanggar ini memiliki peluang untuk menjadi titik temu antara pelestarian tradisi dan kesejahteraan warga melalui industri kreatif,” tambah Novita.
Melalui dukungan infrastruktur kebudayaan ini, diharapkan generasi muda di Trenggalek tidak hanya berperan sebagai penjaga tradisi, namun juga mampu mengelola potensi seni menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews





