5 Makanan Ini Paling Disukai Sel Kanker, Banyak Dikonsumsi Warga RI

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Penjual gorengan (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Dafar Isi
  • 1. Gorengan
  • 2. Biskuit dan kue kering kemasan
  • 3. Roti panggang dan roti kecokelatan
  • 4. Kopi
  • 5. Sereal sarapan kemasan

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan jajan dan pola makan masyarakat Indonesia yang gemar mengkonsumsi makanan olahan suhu tinggi kini menjadi alarm serius bagi kesehatan nasional. Tanpa disadari, deretan menu harian yang dianggap lazim justru menjadi "bahan bakar" utama bagi pertumbuhan sel kanker akibat kandungan senyawa berbahaya yang terbentuk selama proses pemasakan.

Risiko mematikan ini muncul dari zat akrilamida, sebuah karsinogen potensial yang dipicu oleh metode penggorengan, pembakaran, dan pemanggangan ekstrem di atas 120°C. Sayangnya, kategori makanan yang kaya akan zat ini merupakan jenis asupan yang paling banyak beredar di pasar ritel maupun pedagang kaki lima di tanah air.

Kurangnya kesadaran akan bahaya suhu masak membuat banyak warga RI rutin terpapar zat kimia ini setiap hari. Padahal, akumulasi senyawa tersebut dalam jangka panjang dapat merusak struktur sel tubuh dan memicu keganasan yang sulit dideteksi sejak dini.

Pilihan Redaksi
  • Ahli Harvard Ungkap Minum Kopi Bikin Perempuan Berumur Panjang
  • Asbes Jadi Sumber Petaka, 4.000 Orang Mati di Kota Beracun Ini
  • Kesehatan Memburuk, Peraih Nobel Perdamaian Ini Dipindah Penjara

Berikut adalah beberapa makanan yang membentuk kadar akrilamida berpotensi menyebabkan kanker melansir Times of India, Minggu (15/2/2026).

1. Gorengan

Keripik kentang, kentang goreng, dan makanan ringan lainnya yang digoreng merupakan salah satu penyebab terbesar. Akrilamida terbentuk ketika gula alami dalam kentang bereaksi dengan asam amino pada suhu tinggi.

Semakin lama dan semakin gelap penggorengan atau pemanggangan, maka semakin tinggi kandungannya. Menurut studi keamanan pangan, kadar akrilamida dalam keripik kentang dapat berkisar antara 300 hingga lebih dari 2000 µg/kg, sedangkan kentang goreng dapat berkisar antara 200 hingga 700 µg/kg.

Merebus atau menggoreng dengan udara, dan menghindari proses penggorengan yang berlebihan, dapat membantu menurunkan angka tersebut.


2. Biskuit dan kue kering kemasan

Biskuit dan kue kering ini sering dipanggang pada suhu tinggi dan dapat mengandung tidak hanya akrilamida tetapi juga bahan pengawet tambahan dan gula rafinasi. Penelitian menunjukkan kadar akrilamida dalam biskuit dapat berkisar antara 160 hingga 1000 µg/kg, tergantung pada bahan dan metode pemanggangan.

Jika Anda menyukai camilan saat minum teh, pertimbangkan versi yang dipanggang sebentar atau buatan sendiri yang menggunakan tepung gandum utuh dan lebih sedikit gula.

3. Roti panggang dan roti kecokelatan

Semakin gelap warna roti panggang, semakin banyak akrilamida yang mungkin ada di dalamnya. Warna cokelat tua itu menandakan pemasakan dengan suhu tinggi, yang meningkatkan pembentukan zat kimia tersebut. Pemanggangan yang lebih terang secara signifikan menurunkan risikonya.

Kadar akrilamida dalam roti panggang dapat berkisar antara 50 hingga 500 µg/kg, dengan roti panggang yang lebih gelap cenderung lebih tinggi. Roti gandum utuh atau multigrain, yang dipanggang dengan lembut, adalah pilihan yang lebih aman dan lebih sehat.

4. Kopi

Akrilamida terbentuk selama pemanggangan biji kopi, terutama pada tahap awal. Kopi sangrai ringan hingga sedang sering kali memiliki lebih sedikit akrilamida dibandingkan kopi sangrai gelap.

Menurut data yang dipublikasikan, kopi seduh dapat mengandung 5 hingga 20 µg/L, sedangkan kopi instan dapat mengandung 100 hingga 400 µg/kg dalam bentuk bubuk.

5. Sereal sarapan kemasan

Corn flakes, wheat crisp, dan sereal lainnya sering dipanggang atau disangrai dengan suhu tinggi. Proses ini menghasilkan akrilamida, terutama pada sereal yang kaya gula dan berwarna kecokelatan.

Penelitian menunjukkan kadar akrilamida dalam produk ini berkisar antara 150 hingga 1200 µg/kg, tergantung pada merek dan cara pengolahannya. Memilih biji-bijian yang dimasak secara tradisional seperti oat, poha, atau daliya dapat menjadi pilihan yang lebih cerdas dan aman.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Souto: Meski Ditaklukan Iran, Kita Didukung Seluruh Dunia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Wapres Gibran dan Gubernur Luthfi Tinjau Tanah Gerak di Kampung Sekip, Semarang
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Ragam Kemitraan Pancake Koin Kekinian, Bisa Jadi Peluang Cuan
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Jelang Perundingan Tarif RI-AS, Presiden Kumpulkan Menteri Ekonomi di Hambalang
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Polri: AKBP Didik Dapat Sekoper Narkoba dari Bandar untuk Dikonsumsi Sendiri
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Pulpen dan Buku Jadi Barang Mahal bagi Anak Bangsa
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.