Soal Kondisi Ekonomi Global Penuh Ketidakpastian, Menkeu Purbaya: Jangan Takut

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Soal kondisi ekonomi global penuh ketidakpastian, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa katakan pihaknya percaya diri bahwa perekonomian Indonesia cukup baik untuk tidak bergantung dan terpengaruh oleh kondisi tersebut.

Hal ini, kata dia, ditopang oleh besarnya permintaan domestik Tanah Air yang berkontribusi sekitar 90 persen terhadap perekonomian. 

Bahkan kata dia, beberapa pihak cenderung pesimis melihat kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. 

Hal tersebut turut melahirkan asumsi bahwa masa depan masyarakat suram dan Indonesia gelap.

Menkeu Purbaya juga menyinggung minimnya peran ekonom untuk menyebutkan bahwa permintaan dalam negeri berkontribusi sekitar 90 persen terhadap perekonomian Indonesia. Sementara sisanya, 10 persen berasal dari permintaan global.

"Jadi kalau yang 10 persen amburadul, saya hidupkan yang 90 persen. Kita harusnya masih nggak apa-apa. Intinya adalah, Anda jangan takut, nasib kita di tangan kita sendiri," beber Menkeu Purbaya saat orasi ilmiah di Wisuda Universitas Indonesia (UI), Sabtu (14/2/2026).

Lanjut Menkeu katakan, dia berhaap ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih baik. Untuk itu, dia juga meminta dukungan dari generasi muda, khususnya wisudawan yang hadir dalam orasi ilmiah UI Sabtu (14/2), untuk ikut kontribusi. 

"Kalau Anda (wisudawan UI) nanti pintar-pintar mengurus permintaan dalam negeri tadi, walaupun ekonomi gonjang-ganjing, kita bilang go to hell," katanya.

Selain itu, ia menekankan bahwa dirinya sangat optimistis ekonomi Indonesia akan tumbuh dengan baik. Ditambah lagi, dia mengingatkan bahwa ekonomi Indonesia saat ini berada di fase percepatan hingga 2033 mendatang.

"Ekonomi itu kadang-kadang naik, turun, naik, turun. Itu yang disebut business cycle," tandasnya. 

Purbaya menjelaskan siklus business cycle sebagai fase naik turunnya perekonomian. Dia menyebutkan Indonesia berada di fase resesi pada 2020, pola setelahnya 7-10 tahun ekspansi, setahun resesi.

"Resesi kita terakhir tahun 2020, 2023 kita memasuki fase ekspansi lagi, dan kalau kita pintar, kita bisa ekspansi itu sampai 2033 sebelum ekonominya melambat lagi," ucapnya.

Kemudian, Menkeu menilai ekonomi Indonesia memiliki potensi tumbuh setidaknya 6,7 persen menuju 7 persen. Dengan angka pertumbuhan tersebut, negara diklaim mampu menyerap tenaga kerja baru yang memasuki usia kerja.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramadhan: Momentum Jihad Anti Korupsi
• 2 jam laludetik.com
thumb
Strategi Investasi Tahun Kuda Api 2026: Intip Sektor Saham Dinilai Prospektif
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Capai 52 Persen Penduduk
• 55 menit laluidxchannel.com
thumb
Dolar AS Diprediksi Masih Tertekan
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ansor Panen Padi Organik dan Tanam 3.000 Pohon Kelapa di Blora
• 17 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.