Wall Street Ditutup Bervariasi Usai Data Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Indeks saham utama AS atau Wall Street ditutup bervariasi pada Jumat (13/2), S&P 500 (.SPX) naik tipis didukung data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, sementara Nasdaq (.IXIC) melemah karena saham teknologi dan layanan komunikasi kehilangan tenaga di tengah kekhawatiran dampak persaingan artificial intelligence (AI). Dow Jones (.DJI) juga mencatat kenaikan kecil.

Mengutip Reuters, DJI naik 0,10 persen ke 49.500,93, SPX naik 0,05 persen ke 6.836,17, sedangkan IXIC turun 0,22 persen ke 22.546,67.

Data menunjukkan harga konsumen AS pada Januari naik lebih rendah dari perkiraan. Hal ini membuat peluang penurunan suku bunga 25 basis poin pada Juni naik menjadi 52,3 persen dari sebelumnya 48,9 persen, berdasarkan data FedWatch CME.

Meski begitu, investor tetap berhati-hati menjelang libur Hari Presiden di AS.

Namun secara mingguan, ketiga indeks kompak melemah. SPX turun 1,39 persen, IXIC turun 2,1 persen, dan DJI turun 1,23 persen, menjadi penurunan mingguan terbesar sejak November.

Tekanan terutama datang dari saham teknologi yang berfluktuasi akibat ketidakpastian dampak AI dan besarnya biaya pengembangannya.

Sektor perangkat lunak dan jasa (.SPLRCIS) naik 0,9 persen, tetapi sektor teknologi (.SPLRCT) turun 0,5 persen. Sektor utilitas (.SPLBCU) melonjak 2,69 persen dan properti (.SPLRCB) naik 1,48 persen, menjadi sektor dengan kenaikan terbesar. Sektor kesehatan (.SPXHC) juga menguat.

Beberapa saham yang mencatat pergerakan signifikan meliputi Nvidia (NVDA.O) menjadi penekan terbesar bagi S&P 500, Applied Materials (AMAT.O) yang melonjak 8,1 persen setelah memproyeksikan pendapatan dan laba kuartal kedua di atas ekspektasi.

Kemudian Apple (AAPL.O) turut menopang indeks, Arista Networks (ANET.N) naik 4,8 persen usai memproyeksikan pendapatan tahunan lebih tinggi dari perkiraan, Dexcom (DXCM.O) naik 7,6 persen dan Moderna (MRNA.O) naik 5,3 persen setelah laporan kinerja kuartalan yang kuat.

Di sisi lain, saham baja dan aluminium tertekan setelah penasihat perdagangan Gedung Putih membantah kabar pengurangan tarif. Nucor (NUE.N) turun hampir 3 persen, Steel Dynamics (STLD.O) turun 3,9 persen, Alcoa (AA.N) melemah 0,9 persen, dan Century Aluminum (CENX.O) anjlok 7,4 persen.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 18,61 miliar saham, lebih rendah dari rata-rata 20 sesi terakhir sebesar 20,75 miliar saham. Di NYSE dan Nasdaq, jumlah saham yang naik lebih banyak dibanding yang turun. S&P 500 mencatat 34 rekor tertinggi baru dan 6 rekor terendah baru dalam 52 minggu terakhir.

Ke depan, analis memperkirakan pasar akan tetap bergejolak meski inflasi menunjukkan perbaikan, terutama karena faktor politik dan potensi pergantian kepemimpinan bank sentral AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Parkiran Curug Sikarim Wonosobo Longsor Akibat Diguyur Hujan Deras, 5 Motor Terseret Material
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Pemprov Jabar Terima Hibah Aset dari KPK Rp23,3 Miliar
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Cek NIK KTP Anda Dipakai Orang Buat Pinjol atau Tidak, Begini Caranya
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hasto PDIP Tegaskan Koalisi Permanen Hanya Bersama Rakyat
• 3 jam lalugenpi.co
thumb
Hasto Bicara Rencana Pengiriman 8 Ribu Prajurit TNI ke Gaza
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.