Awal tahun 2026, ada banyak momen libur panjang akhir pekan alias long weekend. Pekan ini, ada cuti bersama dan libur Imlek yang jatuh pada 14-17 Februari 2026. Bulan depan, ada momen libur panjang Nyepi dan Lebaran yang merentang dari 18 Maret sampai 24 Maret 2026.
Berhubung hari-hari besar itu jatuh di tanggal ”strategis”, potensi long weekend pada awal tahun ini pun lebih banyak ketimbang tahun lalu. Bagi pekerja, ini semestinya momen pas untuk rekreasi dan jalan-jalan. Bagi roda ekonomi negara, ini semestinya menjadi momen untuk memecut mobilitas dan konsumsi masyarakat.
Namun, pada long weekend pertama tahun ini, beberapa orang memilih untuk tidak ke mana-mana. Selain malas berkutat dengan macet, mereka merasa lebih baik berhemat di tengah kondisi ekonomi yang masih serba tidak pasti.
Novi Astuti (31), pegawai swasta yang tinggal di Bekasi, Jawa Barat, misalnya, lebih memilih bersantai di rumah ketimbang berjalan-jalan. Apalagi, tempat wisata biasanya sering padat pengunjung di akhir pekan. Alih-alih bersantai, ujung-ujungnya malah tidak nyaman.
Lagipula, bagi Novi, lebih baik ia menabung ketimbang menghamburkan uangnya untuk berjalan-jalan. ”Budget yang ada lebih baik saya simpan untuk Lebaran. Gaji, bonus, dan tunjangan hari raya (THR) saya tabung dulu supaya kebutuhan nanti lebih aman,” katanya, Minggu (15/2/2026).
Dari dulu, ia dan keluarga memang lebih memilih pelesiran di luar periode musim liburan agar bisa menikmati waktu dan tempat liburan dengan lebih nyaman. ”Selain itu, harga akomodasi juga jauh lebih murah kalau di luar musim liburan,” ujar Novi.
Widya (31), karyawan swasta asal Tangerang, Banten, berpandangan sama. Ia tidak berencana bepergian atau berjalan-jalan ke luar kota pada long weekend kali ini. ”Ke luar kota pasti kena macet, ditambah aku bawa anak kecil. Takut banget kalau macet di jalan malah enggak enjoy,” ujarnya.
Di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang ini, ia dan keluarga kecilnya lebih selektif soal urusan rekreasi. Liburan ke luar kota paling banyak hanya setahun dua kali, seperti pada tengah tahun dan akhir tahun.
”Sisanya, kalau ada libur-libur pendek, cukup di rumah atau jalan-jalan di dalam kota yang dekat-dekat aja,” kata Widya.
Ia pun lebih senang bersantai di rumah dan menghabiskan waktu bersama anak. Kalaupun keluar, ia memilih ke taman, arena bermain (playground) yang ramah anak, atau mengajak anaknya ke pasar.
”Sembari belanja, sekalian menstimulasi vocab (kosakata) anak tentang nama-nama buah dan sayur,” ujarnya sambil tertawa.
Tahun ini, Nadya Alya Putri (26), konsultan humas asal Tangerang, mengubah kebiasaannya berlibur. Biasanya, ia dan keluarganya selalu berjalan-jalan singkat ke Bandung saat libur akhir pekan panjang untuk mengunjungi anggota keluarga lain di sana.
”Namun, kali ini kami ingin mengubah kebiasaan. Di Jakarta saja!” ujarnya dengan yakin.
Ia mengatakan, tahun ini, baik dirinya maupun anggota keluarga inti lainnya sudah punya agenda masing-masing di Jakarta. Sama seperti Novi dan Widya, Nadya juga malas berkutat dengan kemacetan panjang.
Ketimbang pusing-pusingan di jalan, long weekend kali ini, Nadya sudah punya sejumlah rencana yang tidak mengharuskannya pergi jauh. Misalnya, ia mendaftar ikut workshop dekorasi kue bersama teman.
”Saya juga berencana ikut kelas olahraga atau melanjutkan berburu buku fiksi horor Jepang karya Sesuji yang sempat viral beberapa waktu lalu di media sosial,” katanya.
Hal serupa juga dilakukan Anitana (33), karyawan swasta asal Jakarta. Pada libur panjang akhir pekan kali ini, ia memilih tidak pulang ke kota asalnya di Solo, Jawa Tengah, walau ia merayakan Imlek.
Anitana akan tetap di Jakarta dan merayakan Imlek bersama sejumlah anggota keluarga yang tinggal di Ibu Kota. ”Biasanya setiap Imlek saya makan bersama keluarga di restoran baru yang belum pernah dicoba. Ini menjadi momen family time dan rekreasi juga,” ujarnya.





