FAJAR, MAKASSAR — Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina YW-UMI Makassar menetapkan Business Plan 2026–2028. Kedepan bakal
Lebih memperkuat pelayanan kesehatan berkualitas berbasis Nilai Islami.
Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar menggelar rapat Kerja yang dirangkaikan dengan pemaparan Business Plan Tahun 2026–2028.
Ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat arah pengembangan rumah sakit, menuju institusipelayanan kesehatan bertaraf internasional berbasis nilai-nilaiIslam.
Rapat kerja ini menjadi momentum penting dalammenyatukan visi dan komitmen seluruh jajaran manajemenserta tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin dinamis dan kompetitif.
Direktur Utama, DR. Armanto Makmum, M.Kes, FISQua, FISPH, FISCM, AIFO – K, memaparkan secara komprehensif rencana strategis tiga tahun ke depan.
Kata dia yang berfokus pada peningkatan mutu layanan klinis, penguatan keselamatan pasien (patient safety), transformasi digital rumah sakit, pengembangan layanan unggulan, serta tata kelola yang profesional dan berintegritas.
“Business Plan 2026–2028 ini adalah komitmen bersamauntuk membawa RS Ibnu Sina semakin unggul dan kompetitif. Namun yang paling utama, kita tetap menjadikannilai-nilai Islam sebagai fondasi dalam setiap pelayanankepada pasien,” tegasnya.
Ketua Yayasan Wakaf UMI Makassar, Prof. DR. Hj. Masrurah Mokhtar, MA, menyampaikan materi bertema“Peran Etika Komunikasi Layanan di Rumah Sakit MenurutPerspektif Islam.”
Prof Masrurah menegaskan bahwa komunikasiyang santun, empatik, dan penuh tanggung jawab merupakancerminan akhlak Islami dalam pelayanan kesehatan.
“Etika komunikasi bukan sekadar standar pelayanan, tetapibagian dari ibadah dan amanah yang harus dijaga oleh setiap tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof Dr. HambaliThalib, S.H., MH, membawakan materi “Peran Etika dan Hukum Kesehatan dalam Pelayanan Rumah Sakit.”
Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kepatuhanterhadap etika profesi dan regulasi hukum guna melindungihak pasien serta tenaga kesehatan.
“Pelayanan kesehatan yang baik harus berjalan seiringdengan kepatuhan hukum dan etika. Inilah fondasikepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit,” jelasnya.
Ketua Pembina, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, SE., M.Si, menyampaikan materi “Membangun EtosKerja Berbasis Islami dalam Pelayanan Kesehatan di RumahSakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar.”
Ia mengajak seluruhjajaran untuk memperkuat budaya kerja yang dilandasi nilaiamanah, disiplin, integritas, dan keikhlasan dalam melayani.
“Etos kerja Islami adalah kekuatan utama kita. Jika seluruhjajaran bekerja dengan niat ibadah dan profesionalisme, maka kualitas pelayanan akan meningkat secaraberkelanjutan,” tuturnya.
Rapat kerja ini menegaskan komitmen RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar dalam menghadirkan pelayanan kesehatanberkualitas, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien, sekaligus memperkuat identitas sebagai rumah sakit berbasisnilai Islami menuju standar internasional. (wis)





