JAKARTA, KOMPAS.com - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jalan Raya Casablanca, Jakarta Selatan, dipadati peziarah menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Minggu (15/2/2026) siang.
Pengamatan Kompas.com di lokasi menunjukkan peziarah datang dengan berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil, motor, hingga transportasi umum. Area depan TPU yang berhimpitan dengan badan jalan tampak penuh sesak oleh peziarah dan pedagang bunga tabur.
Kepadatan juga terlihat dari dua baris parkir liar yang membentang sepanjang jalan menuju Kuningan dan Gatot Subroto, serta dari jalan layang menuju Karet dan Tanah Abang. Beberapa parkir bahkan tersusun dua jalur, sedangkan jejeran motor memenuhi trotoar.
Baca juga: Kala Warga Berbondong-bondong Beli Emas Antam, Rela War Antrean yang Terbatas
Peziarah memasuki TPU mengenakan pakaian muslim, banyak yang menambahkan selendang sebagai penutup kepala.
Tak sedikit lansia hadir, berjalan dengan tongkat atau digandeng anggota keluarga. Di jalan setapak selebar 1–1,5 meter, arus pengunjung dari dua arah saling bersentuhan, apalagi dengan kehadiran gerobak pedagang kaki lima (PKL) yang menambah keramaian akhir pekan di TPU.
Salah satu pedagang kaki lima, Wisnu, menyampaikan bahwa TPU Menteng Pulo selalu ramai saat agenda khusus, misalnya menjelang Ramadhan atau Idul Fitri.
Kondisi TPU Menteng Pulo yang padat semakin tidak terbantahkan saat melihat area parkir yang menggunakan badan jalan.
"Parkiran sih pasti cuma di depan TPU, motor masuk ke area pemakaman kan juga pasti dari depan. Parkiran kan di depan sini banyak, deket TPU seberang juga parkiran mobil semua," ujar Wisnu saat ditemui Kompas.com.
Sumber rezeki pedagang kembangKepadatan pengunjung justru menjadi ladang rezeki bagi Masrohati (48), pedagang bunga tabur dan air mawar. Lapaknya terletak paling jauh dari akses utama TPU, hanya beralaskan meja lipat putih dengan belasan kantong bunga tabur dan botol air mawar.
Baca juga: Geliat Kampung Rambutan Saat Libur Panjang Imlek, Warga Mudik untuk Munggahan
Masrohati bercerita, ia baru berjualan di lokasi ini selama lima tahun, memanfaatkan peluang saat kunjungan ramai.
"Baru lima tahun ini, tadinya karena coba-coba dagang di sini karena ternyata ramai ya. Cuma ya memang ramenya kalau munggahan saja sama Lebaran," kata Masrohati saat ditemui Kompas.com di lokasi.
Dalam setahun, waktu ramainya kunjungan TPU hanya sebelum dan setelah puasa Ramadhan. Contohnya pada hari Minggu ini, Masrohati melihat lonjakan pengunjung paling tinggi selama masa munggahan.
Kali ini, Masrohati telah membuka lapak jualannya sejak Jumat (13/2/2026) mulai pukul 05.30-17.00 WIB.
"Sebenarnya dari kemarin sudah kelihatan ramai tapi sempet hujan jadi kondisinya gak sepadat ini. Mungkin bakal masih agak rame sampai Selasa ya, soalnya kan tanggal merah," ungkap Masrohati.





