Bahlil: Terobosan Baru Buka Jalan Swasembada Energi

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Intan Kw

TVRINews, Jakarta

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan swasembada energi harus dipandang sebagai pekerjaan besar yang membutuhkan langkah berbeda, bukan sekadar target administratif, melainkan rangkaian terobosan konkret.

Bahlil menekankan upaya mencapai kemandirian energi mesti dilandasi tindakan nyata dan inovasi teknologi. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada importir adalah bukti kegagalan mendorong kemandirian secara serius.

"Jangan pernah kita bermimpi akan menjadi swasembada energi kalau tidak kita melakukan terobosan. Dan para impor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada," kata Bahlil, dikutip dari siaran persnya, Senin, 16 Februari 2026.

Lebih lanjut, Bahlil menyoroti beberapa permasalahan teknis utama di sektor energi, misalnya jumlah sumur minyak bumi yang sudah menua sehingga lifting migas tidak maksimal.

"Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain dari total 39.000 sumur sampai 40.000 sumur kita itu yang beroperasi hanya 17.000 sampai 18.000 sumur. Selebihnya idle weld karena udah tua nah ini kita kerja samakan," jelasnya.

Langkah terobosan lain yang diusulkan adalah mempercepat pelaksanaan sumur-sumur yang sudah masuk plan of development (POD). Di samping itu, Kementerian ESDM akan segera membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas (migas) baru guna memperkuat ketahanan pasokan energi. Bahlil menegaskan bahwa percepatan eksekusi, investasi teknologi, dan kemitraan strategis antara pemerintah dan sektor swasta harus berjalan beriringan.

Ia juga menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas pengolahan dalam negeri. Beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan oleh Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026 menjadi contoh konkret.

"Beroperasinya RDMP Balikpapan menghasilkan 5 juta kiloliter (KL) bensin dan 3,9 juta KL solar, maka tahun (2026) ini dengan program B40 tidak lagi kita melakukan impor solar dan ini pertama kalinya dalam sejarah peradaban bangsa kita," tuturnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jual Rekening Demi Uang Cepat? Ini Risiko Pidananya
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Israel Setujui Proposal Wilayah Tepi Barat Palestina Jadi Properti Negara
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Detik-Detik Tembok 5 Meter Roboh Hantam Bangunan SMPN 182 Jakarta
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenhaj Pastikan Standar Dapur Haji Berkualitas dan Bercita Rasa Nusantara
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.