Seorang Remaja Hanyut di Sungai Liku Pesisir Selatan, Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian

tvrinews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Tio Furqan Pratama

TVRINews, Pesisir Selatan

Tim SAR Gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap seorang remaja laki-laki bernama Aska (13) yang dilaporkan hanyut di Sungai Liku, Kecamatan Ranah Pasisia, Kabupaten Pesisir Selatan. Hingga Senin, 16 Februari 2026, operasi SAR telah memasuki hari kedua.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan untuk menyisir lokasi kejadian sejak laporan diterima.

Peristiwa nahas ini bermula pada Sabtu, 14 Februari 2026 sekitar pukul 17.45 WIB. Saat itu, korban sedang mandi-mandi di Sungai Liku, Kampung Kelok Koto Langang, bersama rekan-rekan sebayanya.

"Berdasarkan informasi dari teman-temannya, pada pukul 18.00 WIB korban tidak kunjung naik ke daratan. Hingga saat ini, keberadaan korban masih belum ditemukan," ujar Abdul Malik dalam keterangan resminya, Senin, 16 Februari 2026.

Pihak BPBD Pesisir Selatan dan Bhabinkamtibmas setempat sebelumnya telah melakukan asesmen awal di lokasi kejadian (LKP) serta mendatangi pihak keluarga sebelum akhirnya berkoordinasi dengan Kantor SAR Padang.

Memasuki pencarian hari kedua (H-2), tim memulai pergerakan sejak pukul 07.00 WIB. Sebanyak 5 personel Rescuer Unit Siaga SAR Pesisir Selatan dikerahkan dengan dukungan peralatan lengkap.

"Kami menurunkan sejumlah alat utama (alut), di antaranya Rescue Car Carrier, perahu LCR, peralatan evakuasi, medis, hingga alat deteksi bawah air Aqua Eye untuk mempercepat proses pencarian," tambah Abdul Malik.

Operasi ini melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan 5 orang, BPBD Pesisir Selatan 10 orang, Polri 3 orang, perangkat bagari 4 orang serta masyarakat setempat 30 orang.

Meskipun kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah, tim di lapangan menghadapi kendala teknis berupa area blank spot atau ketiadaan sinyal komunikasi di titik pencarian. Hal ini cukup menyulitkan koordinasi cepat dari lokasi kejadian ke pusat komando.

"Kami mohon doa dari masyarakat agar cuaca tetap mendukung dan korban dapat segera ditemukan," tutup Abdul Malik.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kecelakaan Maut Kontainer di Karawang, Pak Ogah: Sopir Udah Dilarang, tapi Maksa
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kehadiran Indonesia di BoP Penting agar Israel Tak Monopoli Narasi
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Belum Tahan Mantan Kapolres Bima Kota Tersangka Narkoba, Polri: Masih Jalani Patsus
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Cerita Relawan SPPG di NTT: Dulu Susah Beli Beras, Sekarang Bisa Punya Motor
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Bintang Kehormatan, Diskresi Negara, dan Ujian Akuntabilitas
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.