Unit Usaha Syariah Bank OCBC NISP (NISP) Cetak Laba Rp68,31 Miliar 2025

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp68,31 miliar hingga akhir 2025. Perolehan tersebut menyusut 16,85% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp82,15 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, pendapatan dari penyaluran dana mencapai Rp1,08 triliun pada 2025, naik 12,95% YoY dari tahun sebelumnya Rp956,56 miliar. Pada saat yang sama, bagi hasil untuk pemilik dana investasi naik 19,18% YoY menjadi Rp774,11 miliar.

Dengan demikian, pendapatan setelah distribusi bagi hasil UUS OCBC NISP mencapai Rp306,33 miliar, turun 0,22% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp307,00 miliar.

Baca Juga : Bank OCBC NISP (NISP) Cetak Laba Bersih Rp5,1 Triliun Sepanjang 2025

Pada 2025, beban operasional lainnya melonjak sebesar 5,64% YoY menjadi Rp231,59 miliar. Tahun sebelumnya, UUS OCBC NISP mencatatkan beban operasional lainnya sebesar Rp219,23 miliar.

Komponen beban operasional selain dari penyaluran dana yang membengkak, salah satunya disebabkan oleh impairment yang menanjak sebesar 120,84% YoY menjadi Rp30,73 miliar hingga akhir 2025. Pada 2024, perseroan mencatat impairment sebesar Rp13,91 miliar.

Selain impairment, beban tenaga kerja dan beban lainnya juga membengkak. Pada 2025, beban tenaga kerja UUS OCBC NISP naik 18,20% YoY menjadi Rp25,78 miliar dan beban lainnya meningkat 14,36% YoY menjadi Rp171,38 miliar.

Laba operasional UUS OCBC NISP turut mencatatkan penurunan. Hingga akhir 2025, laba operasional menyusut 14,85% YoY, dari tahun sebelumnya Rp87,77 miliar menjadi Rp74,74 miliar.

UUS OCBC NISP membukukan rugi non operasional senilai Rp6,42 miliar, setelah tahun lalu turut membukukan rugi sebesar Rp5,64 miliar hingga akhir 2024.

Dari sisi intermediasi, UUS OCBC NISP mencatatkan pembiayaan bagi hasil senilai Rp5,67 triliun hingga akhir 2025. Realisasi itu turun 6,23% YoY dibanding periode yang sama tahun lalu Rp6,04 triliun.

Pada saat yang sama, dana investasi nonprofit sharing meningkat 32,19% YoY menjadi Rp10,47 triliun dari tahun sebelumnya Rp7,92 triliun. Sebaliknya, dana simpanan wadiah menyusut 34,55% YoY menjadi Rp444,02 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp678,43 miliar.

Untuk kualitas aset, NPF Gross tercatat naik dari 2,48% pada 2024 menjadi 3,41% pada 2025. NPF Net juga meningkat dari 1,41% menjadi 2,13%.

Sementara itu, pembiayaan bagi hasil terhadap total pembiayaan UUS OCBC NISP turun dari 100,00% menjadi 99,70% hingga akhir 2025. Financing to deposit ratio (FDR) juga mengalami penurunan, dari 70,34% menjadi 52,12% pada 2025.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KLH Segel Gudang Pestisida yang Cemari Sungai Cisadane, Tim PPKL Diterjunkan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Subianto Disebut Perlu Negosiasi Limitasi Pelibatan TNI di ISF
• 9 jam lalugenpi.co
thumb
Singgung Board of Peace, PDIP Sebut Pengiriman 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza Harus Lewat PBB
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Ikuti Arahan Prabowo, Eddy Soeparno Dukung Kampus Terlibat Atasi Sampah
• 1 jam laludetik.com
thumb
Masyarakat Surakarta lewat PMI bangun 3 sumur bor untuk Aceh Tamiang
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.