Menu utama yang menjadi senjata utama Xpander Cross adalah sektor suspensi. Suspensi di roda belakang memiliki ukuran seperti milik Mitsubishi Pajero Sport.
Dengan ground clearance yang relatif tinggi, kenyamanan pengemudi dan penumpang ditopang dengan pemasangan bracket suspension di bagian depan dan structural adhesive di bagian belakang.
Keunggulan di suspensi ini juga berdampak pada handling mobil yang dibanderol mulai dari Rp343.000.000 lebih stabil dan optimal saat bermanuver. Handling yang responsif juga terasa ketika di kecepatan rendah. Baca Juga:
Xpeng G6 Pro, Tawarkan Standar Baru SUV Listrik Premium di Indonesia
Masuk ke kabin, konsumen akan merasakan kemewahan lewat LED meter 8 inchi dan wireless charging, serta setir kemudi dengan banyak tombol yang diadposi dari desain setir Pajero Sport. Kelegaan kabin serta ruang penyimpanan juga semakin dimaksimalkan. Fitur keselamatan Xpander Cross pada dasarnya sudah memiliki beragam fitur keselamatan. Namun untuk model terbaru pihak Mitsubishi menambahkan beberapa fitur baru demi mengangkat level Xpander Cross. Adapun fitur-fitur baru tersebut antara lain New Speed Sensitive Automatic Door Lock, New Electric Parking Brake (EPB) with Brake Auto Hold.
Tak cukup itu saja, jenama asal Jepang berlogo tiga berlian juga menambahkan fitur Active Yaw Control (AYC) yang tidak dimiliki kompetitor sekelas. Fitur Active Yaw Control (AYC) Fitur Active Yaw Control (AYC) merupakan fitur yang biasa ditemukan pada mobil-mobil premium. Fitur ini berfungsi memberikan kontrol pengereman saat menikung tajam, sehingga mobil tidak mengalami limbung, serta laju mobil saat menikung lebih akurat sesuai dengan keinginan pengemudi bahkan di jalan licin sekalipun. Baca Juga:
Seru-Seruan Bareng Suzuki di IIMS 2026, Ada Mobil Listrik Baru
Fitur ini memiliki lima braking level yang beroperasi otomatis sesuai kebutuhan. AYC bekerja dengan cara memberikan kontrol di bagian roda depan, sehingga kendaraan tetap terasa stabil serta mencegah gejala under steer.
Informasi saat AYC bekerja juga tampil di MID, khususnya ketika mobil menikung ke kiri ataupun ke kanan. Namun perlu dicatat, AYC hanya bekerja saat mobil menikung dalam kecepatan relatif tinggi, ketika roda membutuhkan kontrol rem saat bermanuver.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





