Sidoarjo, tvOnenews.com – Momen Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada hari Selasa (17/2) membawa rejeki bagi perajin barongsai dan naga liang liong di Sidoarjo. Tak hanya pesanan dari berbagai kota di Jawa Timur yang meningkat tajam, produk buatan lokal ini juga berhasil merambah pasar luar pulau Jawa, khususnya Nusa Tenggara Timur.
Kesibukan terlihat di tempat kerja Yulius Setiawan, perajin asal Desa Karang Tanjung, Kecamatan Candi. Jelang perayaan, ia fokus menyelesaikan pesanan agar tepat waktu dikirim ke pelanggan.
"Sudah banyak pesanan dari kota-kota di Jawa Timur seperti Malang, Mojokerto, dan Jombang. Sebagian bahkan sudah kami kirim sejak bulan lalu. Sebelum dikirim, setiap produk diperiksa secara menyeluruh mulai dari kerangka dalam, lekukan sudut, hingga detail bola mata naga," ucapnya.
Menurut Yulius, pembuatan satu unit liang liong dengan panjang 18 meter membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Waktunya jauh lebih lama dibandingkan barongsai yang hanya satu bulan.
"Produksi liang liong lebih sulit, terutama bagian kepala yang memiliki banyak ornamen, hiasan, dan lekuk detail. Bahkan kepala naga harus memiliki bobot minimal dua setengah kilogram sesuai standar internasional," jelasnya.
Untuk bahan dasar, digunakan bahan lokal seperti rotan untuk kerangka, kertas, lem, dan cat pewarna. Sedangkan untuk asesoris pelengkap seperti mata, bulu domba berwarna-warni, bola hidung, dan pompom masih harus diimpor dari luar negeri.
Peningkatan penjualan terasa signifikan dibanding tahun lalu. Pada Imlek 2025 hanya terjual tiga unit barongsai dan satu unit liang liong. Namun untuk Imlek tahun ini, pesanan melonjak tajam menjadi enam barongsai dan tiga liang liong.
"Harga per unit berkisar empat hingga enam juta rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan pembuatan," ungkap Yulius.
Tak hanya berfokus pada produksi, ia juga aktif melestarikan kesenian ini dengan membentuk komunitas Barongsai Dharma Bhakti yang kini memiliki 60 anggota pelajar dan remaja. (khu/ias)




