Bisnis.com, JAKARTA - Badan pengatur regulasi sepak bola Indonesia alias International Football Association Board (IFAB) kemungkinan mengubah aturan Video Assistant Referee (VAR) di Piala Dunia 2026 imbas drama kartu merah di laga Derby d'Italia Inter Milan vs Juventus.
Pertandingan sengit Inter Milan vs Juventus alias Derby d'Italia diwarnai drama kartu merah pada Minggu (15/2/2026).
Wasit Federico La Penna memberikan kartu kuning kedua kepada bek Juventus Pierre Kalulu yang dinilai melakukan pelanggaran terhadap bek Inter Milan Alessandro Bastoni.
Kartu merah itu menimbulkan kontroversi lantaran dalam tayangan ulang tak tampak sentuhan dari Kalulu yang membuat Bastoni terjatuh.
Ironisnya, aturan tak mengizinkan VAR mengintervensi keputusan wasit pada kasus ini. Pasalnya, VAR hanya bisa digunakan untuk meninjau keputusan yang berisiko kartu merah, penalti, atau gol.
Dilansir dari La Gazzetta dello Sport, IFAB dikabarkan menganggap serius insiden yang terjadi di Stadion Giuseppe Meazza itu.
Baca Juga
- Kartu Merah Kalulu dan Diving Bastoni, Liga Italia Disebut Tak Beretika
- Jadwal Playoff Liga Champions: Galatasaray vs Juventus, Benfica vs Real Madrid
- Hasil Liga Italia: Jay Idzes Bawa Timnya Bangkit, Emil Audero Dapat Nilai 9
IFAB dilaporkan bakal menganalisis penggunaan VAR. Panelis membuka peluang teknologi itu digunakan dalam meninjau pelanggaran yang berpotensi kartu kuning kedua.
Topik ini sudah sempat dibahas dalam pertemuan IFAB pada 20 Januari lalu. Namun hingga kini belum ada keputusan yang diambil.
Perubahan itu kemungkinan bakal berlaku di Piala Dunia 2026 pada Juni hingga Juli mendatang, dengan fase uji coba terlebih dahulu jelang turnamen akbar itu.
Insiden yang melibatkan Kalulu dan Bastoni itu memang berdampak besar. Kritik dari berbagai pihak pun muncul.
Situasi ini membuat Ketua Wasit Liga Italia Gianluca Rocchi sampai harus menyampaikan permintaan maaf kepada publik.





